RADARSEMARANG.ID—Kampung Melayu terus berbenah. Pemerintah Kota Semarang menetapkan kawasan di RW 04 Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara ini sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.
“RW 04 Kelurahan Dadapsari mendaftar Lomba Kampung Hebat 2025 untuk kategori Kampung Kreatif dan inovatif,” jelas Lurah Dadapsari Hesti Karyani.
Ketua Pokdarwis Kampung Melayu Dwi Santoso mengatakan, Kampung Melayu mempunyai potensi wisata yang dapat dikelola dan dikembangkan.
Di lokasi ini terdapat berbagai peninggalan sejarah seperti Masjid Menara, Kelenteng Kam Hok Bio, Kali Semarang.
Sejumlah bangunan Cagar Budaya di sepanjang Jalan layur, kampung – kampung sekitaran Jalan Layur.
Juga ada makam-makam bersejarah yang tersebar di sekitar koridor Jalan layur merupakan obyek wisata religi yang tak kalah menariknya serta menjadi daya tarik yang tiada ternilai harganya baik bagi wisatawan.
“Kampung Melayu Dadapsari mempunyai berbagai macam kultur budaya dari Jawa, Arab, Melayu, Banjar, Koja, Madura, Cina dan lainnya,” jelas Dwi.
Potensi yang diunggulkan antara lain wisata religi di masjid Menara, masjid Kyai Sholeh Darat dan makam tokoh agama Islam di wilayah RW 04.
Potensi wisata kuliner juga besar. Kuliner khas Kelurahan Dadapsari di antaranya nasi kebuli, nasi briyani, nasi tomat, zambosa, roti Maryam dan masih banyak lagi.
“Dan untuk mengawali itu semua, pada tanggal 15 Januari 2023 Pokdarwis Kampung Melayu mengadakan kegiatan kirab budaya dan pengukuhan Pokdarwis Kampung Melayu,” tutur Dwi.
Lomba Kampung Hebat 2025 melombakan dua kategori. Yakni Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif. (ton)
Editor : Pratono