RADARSEMARANG.ID—Wilayah RW 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang sudah mendaftar sebagai peserta Lomba Kampung Hebat 2025.
Kawasan yang juga dikenal sebagai Kampung Sawah ini memilih kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.
Lurah Tambangan Ipang Filrandhi menjelaskan, Kampung Sawah adalah kampung kreatif berbasis agrowisata yang sukses mengubah lahan pertanian menjadi destinasi unggulan di Kota Semarang.
“Keunggulan utamanya adalah lanskap persawahan asri yang diinovasikan menjadi pusat wisata edukasi. Warga secara kreatif mengembangkan atraksi seperti tanam padi bersama dan jalur trekking, yang menjadi daya tarik khas kampung,” jelasnya.
Ditambahkan Penanggungjawab Lomba Kampung Hebat Tambangan Zaenal Arifin, keberadaan Kampung Sawah mampu meningkatkan perekonomian warga melalui sentra kuliner dan jasa wisata yang dikelola secara kolektif.
“Partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan kolaborasi dengan pemerintah serta swasta menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan,” jelasnya.
Saat ini, pendaftaran Lomba Kampung Hebat 2025 sudah dibuka.
Setiap kelurahan bisa segera mendaftarkan RW yang akan mewakili wilayahnya untuk mengikuti lomba antarkampung yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang ini.
“Sudah ada beberapa kelurahan atau RW yang menghubungi panitia untuk konsultasi bahkan ada yang sudah mendaftar. Kami berharap para calon peserta bisa segera mendaftar,” tutur Ketua Panitia Lomba Kampung Hebat 2025 Sugiyanto Wiyono.
Pendaftaran peserta sudah dimulai 18 September dan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2025.
Setiap kelurahan diwakili satu Rukun Warga (RW) dan hanya boleh mendaftar di satu kategori.
Nantinya seluruh peserta akan mengikuti seleksi administrasi dan wawancara secara online.
Tim juri akan memilih 18 peserta di masing-masing kategori untuk maju mengikuti penilaian lapangan.
“Total ada 36 peserta yang akan dijuri langsung oleh juri gabungan akademisi atau praktisi, perwakilan OPD Pemkota Semarang dan dari Jawa Pos Radar Semarang untuk memperebutkan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3,” lanjut Sugiyanto.
Tahun ini, ada dua kategori yang dipertandingkan. Yakni Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif.
“Mohon kampung yang ditunjuk sebagai peserta bisa memperhatikan indikator penilaian yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Indikator penilaian untuk Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan meliputi pengelolaan sampah, infrastruktur lingkungan, penataan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dan keberlanjutan.
Sedangkan indikator penilaian Kampung Kreatif dan Inovatif adalah ciri khas kampung, pemberdayaan ekonomi dan masyarakat, pemanfaatan teknologi, pengelolaan lingkungan, administrasi dan dokumentasi, serta inovasi dan keberlanjutan. (ton)
Editor : Pratono