RADARSEMARANG.ID, Kajen—Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten Pekalongan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk menegaskan komitmen terhadap kemajuan pendidikan.
Melalui rangkaian kegiatan yang dikemas dalam Pekan Kebudayaan Daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan menghadirkan perpaduan antara apresiasi, kreativitas, dan refleksi capaian dunia pendidikan.
Kemeriahan acara tampak dari beragam penampilan dan lomba yang melibatkan peserta didik, mulai dari lomba mewarnai tingkat TK, lomba menggambar tingkat SD, lomba dalang cilik hingga pertunjukan budaya Sintren 100 penari.
Namun, di balik semarak tersebut, terdapat agenda utama yang sarat makna, yakni Penganugerahan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan tingkat Kabupaten Pekalongan serta Penghargaan Mabigus dan Pembina Pramuka Berprestasi Kwartir Cabang Pekalongan Tahun 2026.
Pada momen inilah, Kepala SD Negeri 01 Batursari, Kecamatan Talun, Endang Purwanti, tampil sebagai figur yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menginspirasi.
Ia berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yaitu Juara 3 Apresiasi GTK Transformasi Kepala Sekolah Jenjang SD dan Tergiat 2 Kamabigus Pramuka Prestasi tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan H Sukirman SS MSi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Peringatan Hardiknas 2026 yang digelar di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Sabtu (2/5/2026) pagi itu, dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan HM Yulian Akbar SSos MSi, yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, jajaran Forkopimda, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Kholid SIP MM sebagai ketua panitia penyelenggara.
Sejak dilantik pada 22 Desember 2023, Endang Purwanti menunjukkan arah kepemimpinan yang jelas.
Membangun sekolah yang tidak hanya unggul dalam capaian, tetapi juga kuat dalam karakter.
Latar belakang sebagai alumni Program Pendidikan Guru Penggerak menjadi landasan penting dalam mengembangkan kepemimpinan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan murid, refleksi berkelanjutan, serta inovasi dalam praktik pendidikan.
Di sisi lain, nilai kedisiplinan yang telah tertanam sejak masa kecil berkat didikan ayahnya, Utriyono, seorang pensiunan pengawas SD menjadi fondasi dalam setiap langkah kepemimpinannya.
“Bagi saya, disiplin tidak dimaknai sebagai tekanan, melainkan sebagai budaya positif yang menumbuhkan tanggung jawab dan konsistensi di lingkungan sekolah,” kata Endang Purwanti kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Mengakselerasi Prestasi Sekolah
Transformasi kepemimpinan tersebut berdampak nyata pada peningkatan prestasi sekolah.
SD Negeri 01 Batursari menunjukkan perkembangan signifikan, dengan capaian siswa di berbagai bidang, antara lain: Kepramukaan, MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Islami), FTBI (Festival Tunas Bahasa Ibu), FLS3N (Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional), Olahraga dan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran)
“Bagi kami, keberhasilan ini merupakan hasil dari strategi pembinaan yang terencana, kolaborasi tim guru yang solid, serta kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi warga sekolah secara optimal,” bebernya.
Tak hanya berkiprah di lingkungan sekolah, Endang Purwanti juga aktif dalam berbagai organisasi sebagai bentuk kontribusi yang lebih luas.
Ia terlibat di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru.
Di ranah kemasyarakatan, ia berperan dalam kegiatan PKK, sementara di bidang keagamaan ia aktif dalam organisasi Aisyiyah, baik di tingkat cabang maupun daerah.
“Bagi saya, aktif di sejumlah kegiatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan yang efektif tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan dinamika sosial dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat,” katanya.
Dukungan Keluarga dan Keseimbangan Peran
Di balik capaian yang diraih Endang Purwanti ini, terdapat dukungan keluarga yang menjadi sumber kekuatan.
Sang suami, Mudzakir, yang bertugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan bagian Prokompim, senantiasa memberikan motivasi dan dukungan penuh.
Ibu tiga anak ini mampu menjalankan peran profesional dan keluarga secara seimbang, sebuah teladan bagi perempuan dalam dunia kerja.
Bagi Endang Purwanti, penghargaan yang diraih pada Hardiknas 2026 menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai, kompetensi, dan kolaborasi mampu melahirkan perubahan nyata.
Ia tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak yang membangun budaya sekolah yang berdaya saing dan berkarakter.
Dari SD Negeri 01 Batursari, lahir sebuah pesan kuat bahwa pendidikan berkualitas dimulai dari kepemimpinan yang visioner dan konsisten.
“Sebuah inspirasi bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan keberlanjutan,” pungkasnya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto