Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ternyata Ini Penyebab Banyaknya Korban Tewas Dalam Tragedi Petungkriyono

Sulistiono • Kamis, 23 Januari 2025 | 17:57 WIB

 

Tim SAR dan anggota TNI/Polri mengevakuasi korban meninggal dalam peristiwa tanah longsor di Petungkriyono. (RadarSemarang)
Tim SAR dan anggota TNI/Polri mengevakuasi korban meninggal dalam peristiwa tanah longsor di Petungkriyono. (RadarSemarang)

RADARSEMARANG.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan, pada Senin (20/1/25), mengakibatkan bencana tanah banjir dan tanah longsor di sejumlah desa di wilayah kecamatan Petungkriyono, Pekalongan.

Areal perbukitan di pegunungan Petungkriyon tiba-tiba longsor, karena tergerus air banjir, akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah kabupaten Pekalongan, khususnya di Petungkriyono.

Hingga berita ini diturunkan, Kamis (23/1/25), 21 orang di laporkan tewas, akibat tertimbun tanah longsor maupun terseret air banjir, yang melanda sejumlah desa di kecamatan Petungkriyono.

“Kita masih melakukan pencarian terhadap korban yang di nyatakan hilang pasca bencana banjir dan tanah longsor, saat ini 21 orang yang sudah di temukan dalam keadaan meninggal”ungkap Koordinator Basarnas Wonosobo, Dani Maulana, yang ikut bergabung dalam proses pencarian bersama SAR Pekalongan.

Salah satu desa yang cukup parah di terjang tanah longsor adalah desa Kasimpar, di mana belasan orang tewas di desa ini, saat longsor menerjang desa yang berada di lereng pegunungan wilayah Petungkriyono.

 Baca Juga: Data Sementara, 16 Orang Meninggal Akibat Bencana Longsor Petungkriyono Kabupaten Pekalongan

Bencana banjir dan tanah longsor ini, merupakan tragedi yang memilukan yang baru pertama kali terjadi di kecamatan Petungkriyono, hingga mengakibatkan jatuh korban jiwa dan materil yang tidak sedikit.

Lalu apa yang menjadi faktor banyaknya korban dalam  bencana banjir dan tanah longsor di wilayah paling selatan kabupaten Pekalongan, yang memiliki pemandangan pegunungan dan hutan tropis yang menawan ini?

Dandim Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengungkapkan, salah satu penyebab banyaknya korban dalam peristiwa ini, tertimbunnya  dua rumah dan satu kafe, yang saat itu sedang banyak warga berada di dalamnya.

“Kebetulan di kafe itu ada sekitar 25-30 orang dan dua rumah milik pak Carik dan seorang pendeta, waktu itu pada berteduh karena hujan sangat deras, namun longsor dari atas menerjang kafe dan dua rumah itu,”ungkap Dandim 0710/Pekalongan ini.

Saat itu, tambah Rizky, di kafe tersebut tengah berlangsung acara keluarga, dan ketika bencana longsor yang menerjang kafe, mereka tak sempat menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.

“Korban terbanyak dan sedang dalam fokus pencarian kami adalah warga yang saat itu sedang berada di dalam kafe tersebut” tambah Letkol  Inf Rizky Aditya.

Hingga kamis pagi ini (23/1/25) Tim SAR yang  terdiri dari Basarnas Pekalongan, Wonosobo, Batang di bantu TNI/Polri dan anggota Brimob Pekalongan, masih melakukan pencarian terhadap korban yang di nyatakan hilang dan belum di temuka.

“Ada lebih dari 600 personel yang kami kerahkan untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban yang belum ditemukan. Sementara kami fokus di desa Kasimpar”pungkas Rizky Aditya. (sls/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#LONGSOR #Petungkriyono