RADARSEMARANG.ID, Kajen - Sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan dilanda banjir bandang dan longsor, Senin (20/1/2025) malam.
Bukan wilayah hilir, banjir ini justru melanda wilayah-wilayah hulu atau pegunungan (dataran tinggi) dan tengah Kabupaten Pekalongan.
Informasi yang diterima RADARSEMARANG.ID, dari tim SAR Bumi Santri Kabupaten Pekalongan, banjir melanda Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, akibat luapan sungai.
Baca Juga: Sosok Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri yang Diduga Suka Main Tangan dan Pecat Seenaknya
Selain banjir, di Petungkriyono juga terjadi longsor yakni di Desa Tlogopakis dan Desa Kasimpar.
Di Desa Kasimpar bahkan dilaporkan tiga orang dinyatakan hilang atau belum jelas keberadaannya. Tiga orang ini salah satunya masih bayi.
Banjir bandang juga melanda wilayah Kecamatan Wonopringgo.
Tepatnya di Desa Galangpengampon. Beberapa orang dilaporkan butuh evakuasi.
Serupa di Kecamatan Kedungwuni. Tepatnya di perkampungan Kranji.
Video beredar, sejumlah warga tengah saling membantu menyeberangi derasnya air yang melintasi permukiman.
Banjir di Kedungwuni ini juga terjadi di Desa Pakis Putih. Air dikabarkan sudah memasuki rumah-rumah warga.
Baca Juga: Ternyata Begini Awal Mula Muncul Wacana 7 Kabupaten dan Kota yang Akan Hengkang dari Jawa Tengah
Dalam video yang beredar, di sebuah rumah warga tampak air sudah membuat kasur dan kursi-kursi mengapung. Tampak genangan hampir setinggi jok sepeda motor.
Di Lolong, Kecamatan Karanganyar, juga dilaporkan air sungai meluap.
Dalam video, seseorang memgatakan tenda-tenda di kawasan wisata Lolong hanyut tak terselamatkan.
Banjir bandang juga terjadi di wilayah Kecamatan Talun. Namun belum dipastikan tepatnya di desa mana.
Tim SAR saat ini tengah bergerak melakukan evakuasi-evakuasi. Hingga berita ini terbit, hujan masih mengguyur Kabupaten Pekalongan. (nra/bas)
Editor : Baskoro Septiadi