RADARSEMARANG.ID, Kajen - Jembatan Kalijambe-Pantianom kini keren. Bangunan peninggalan era kolonial Belanda itu sekarang bercat warna-warni seperti pelangi.
Sebelumnya, sudah bertahun-tahun rusak dan tidak tersentuh perbaikan.
Jembatan tua ini menghubungkan Kecamatan Sragi dan Bojong. Letaknya persis di perbatasan dua kecamatan tersebut. Ketika rusak, jarang yang berani melintas. Kebanyakan warga memilih akses lain meski lebih jauh.
Saat kerusakan makin parah, Pemkab Pekalongan sempat jadi sasaran keluhan warga.
Padahal jembatan tersebut merupakan milik Pabrik Gula (PG) Sragi (BUMN). Pemkab tak punya wewenang memperbaikinya.
Butuh perjuangan cukup keras bagi Pemkab Pekalongan untuk bisa menyulap jembatan ini hingga menjadi seperti sekarang.
Sejak tahun 2022 mulai berkomunikasi dengan PG Sragi. Meminta jembatan itu dipinjamkan ke pemkab agar bisa diperbaiki dengan dana APBD.
Permintaan itu gol, akhirnya Pemkab Pekalongan langsung gerak cepat menggelontorkan anggaran Rp 1,5 miliar untuk perbaikan jembatan tersebut.
"Dan sekarang sudah bagus seperti ini. Dulu saya melihatnya saja ngeri. Membayangkan kalau anak-anak sekolah atau ibu-ibu mau ke pasar lewat sini, kasihan," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat meresmikan jembatan tersebut, Kamis (1/2/2024).
Ia menambahkan, tahun ini pihaknya juga akan memperbaiki turap jembatan yang dulu sempat longsor.
Selain itu juga akan ditambah lampu hias dan penerangan di sisi-sisi jembatan. Jalan menuju jembatan dari kedua arah juga akan diperbaiki.
"Iya, itu semuanya akan dikerjakan tahun ini. Biar lebih bagus," ucapnya.
Darsono, warga setempat mengaku senang jembatan Kalijambe-Pantianom diperbaiki.
Sebab, kata dia, warga biasanya harus memutar lewat Kecamatan Kesesi untuk ke Pantianom.
"Jauh itu kalau lewat Kesesi. Tapi waktu itu sini rusak, ya, gimana lagi. Makannya ini seneng sih sudah bisa lewat sini," ucapnya. (nra/bas)