RADARSEMARANG.ID, Kajen - Polisi terpaksa datang dan menggeledah SMP Negeri 1 Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Buntut dari temuan warga yang menangkap sejumlah bocah yang diduga hendak tawuran dengan senjata tajam.
Hasil penggeledahan, polisi menemukan satu siswa sebagai admin WhatsApp Group (WAG) geng yang terlibat rencana tawuran tersebut.
Penggeledahan dilakukan pada Kamis (4/1) siang. Saat para siswa berada di sekolah. Tidak tanggung-tanggung, Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim pun turun langsung dalam penggeledahan ini.
"Kenapa kami harus ke SMPN 1 Siwalan ini? Karena tiga dari empat anak yang tadi malam kedapatan hendak tawuran itu merupakan pelajar sini," ucap Isnovim.
Dalam penggeledahan, polisi memang tidak menemukan senjata tajam yang dicari. Siswa yang membawa senjata tajam tidak masuk sekolah.
Tapi polisi berhasil menemukan satu siswa yang berperan sebagai admin WAG salah satu geng yang terlibat dalam rencana tawuran.
"Iya, kami temukan fakta ternyata para siswa ini merencanakannya lewat WAG. Saling chatting dan janjian bertemu di salah satu titik," terang Isnovim.
Siswa admin WAG ini mengaku datang dalam rencana tawuran Kamis (4/1) dini hari yang digagalkan warga itu. Tapi sebenarnya, kata dia, geng WAG-nya tidak berurusan dengan rencana itu.
Sebab yang hendak tawuran ialah geng lain di SMPN 1 Siwalan dengan sekolah lain. Siswa admin WAG ini datang karena diajak rekannya. Ia juga lolos dari penangkapan warga.
Isnovim menjelaskan, memang ada dua kelompok atau grup (geng) di SMPN 1 Siwalan. Pihaknya belum menemukan semua siswa yang tergabung dalam dua kelompok tersebut.
"Dengan salah satu admin WAG yang berhasil kami temukan, akan kami dalami siapa saja yang tergabung. Nanti akan kami proses," ungkapnya.
Wakil Kepala Kurikulum SMP Negeri 1 Siwalan Sudharnoto mengaku, baru mengetahui siswanya tertangkap warga karena hendak tawuran usai ramai di media sosial. Ia pun menegaskan, itu memang siswanya.
"Sebelumnya di sekolah ini tidak ada begitu. Paling hanya satu dua anak berselisih lalu didamaikan guru BK (bimbingan konseling). Tapi kegiatan siswa di luar sekolah, kami memang tidak paham," ungkapnya. (nra)
Editor : Baskoro Septiadi