Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Sopir Truk Kontainer di Pekalongan Selamat dari Kecelakaan karena Celananya Tersangkut Tuas Persneling

Baskoro Septiadi • Senin, 4 Desember 2023 | 21:41 WIB

Proses evakuasi badan truk yang ambruk menutup jalur pantura Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, arah ke timur (Surabaya), Minggu (3/12/2023). NANANG RENDI AHMAD/JAWA POR METRO PEKALONGAN
Proses evakuasi badan truk yang ambruk menutup jalur pantura Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, arah ke timur (Surabaya), Minggu (3/12/2023). NANANG RENDI AHMAD/JAWA POR METRO PEKALONGAN
 

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Truk kontainer bermuatan gula pasir ambruk di jalur Pantura Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Tidak ada korban jiwa. Sopir selamat, tidak jatuh dan terjepit karena celananya tersangkut tuas persneling.

"Iya, alhamdulillah saya selamat. Hanya luka ringan," kata Rudi, 29, sopir truk.

Rudi sempat tak sadarkan diri usai peristiwa. Ia  sadar ketika banyak orang tengah berusaha memecahkan kaca truk untuk mengeluarkannya dari kabin.

"Pas sadar kok posisi saya tergantung di dalam (kabin). Ternyata karena celana saya kecantol persneling. Sudah banyak orang mau mecahin kaca, saya bilang, jangan mas, saya selamat," ceritanya.

Kata Rudi, ia mungkin akan terjatuh bahkan terjepit jika celananya tidak tersangkut persneling.

Ia sendiri tak ingat apa-apa usai truknya ambruk. Tapi ia masih ingat mengapa truknya bisa sampai begitu.

"Waktu sekitar jam 02.00. Saya biasa, melaju beriringan dengan kendaraan lain. Tiba-tiba ada tiga motor ngebut memotong jalan. Saya banting setir, oleng, nabrak trotoar, terus ambruk," ungkapnya.

Diduga, tiga motor ugal-ugalan itu tengah balap liar. Rudi mendapat keterangan itu dari warga yang menolongnya.

"Kata warga yang nolong saya, jalan ini kalau malam Jumat atau malam Minggu dipakai buat trek-trekan (balap liar). Waktu itu jalanan memang agak sepi," ucapnya.

Kecelakaan tunggal ini menyebabkan lalu lintas macet berjam-jam. Evakuasi badan truk baru selesai sekitar pukul 11.30.

Selama proses evakuasi, panjang kemacetan sampai di wilayah Kecamatan Siwalan. Polisi menerapkan sistem contra flow untuk mengurai kemacetan.

Kasatlantas Polres Pekalongan Iptu Joko Supriyanto mengatakan, truk itu hendak mengirim gula pasir dari Cilegon ke Surabaya. Beban muatannya sebanyak 700 karung gula pasir atau 35 ton.

"Evakuasi memang cukup lama, kami sampai libatkan crane dan kendaran derek. Alhamdulillah sekarang lalu lintas sudah normal kembali," ucapnya di lokasi, kemarin. (nra/ida)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kontainer #Wiradesa #KECELAKAAN