RADARSEMARANG.ID, KAJEN - Komitmen Pemdes Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, patut diacungi jempol.
Mereka jadikan hutan mangrove untuk ruang edukasi sadar bencana. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran bahaya rob yang kerap menerjang desa ini.
Ruang edukasi ini bernama Ekowisata Taman Mangrove Mulyo Asri. Awalnya, tempat ini hanya merupakan saung untuk berkumpul kelompok tani setempat.
Tapi kemudian dikembangkan jadi hutan mangrove dan ekowisata.
Perlahan, tempat itu kemudian banyak dikunjungi siswa. Mulai PAUD hingga SMA. Akhirnya menjadi ruang edukasi pentingnya menanam mangrove.
"Iya, akhirnya kelompok tani kami menyediakan paket edukasi. Mulai dari susur hutan sampai pembibitan mangrove," kata Sekdes Mulyorejo Akhmad Nurul Huda.
Kendati demikian, kata Huda, hingga kini pihak desa belum secara resmi menjadikan Mulyo Asri sebagai objek wisata. Pun belum menarik pendapatan dari kunjungan sebagai pendapatan asli desa (PAD).
"Lebih tepatnya sebagai ruang edukasi saja sih, karena sadar desa kami langganan rob. Tapi publik kadung mengenalnya sebagai wisata," ucapnya.
Sejauh ini, kalaupun ada pemasukan itu masuk ke kas kelompok tani. Justru dari ini, kata Huda, mereka bisa berkembang mengolah mangrove jadi sirup dan jenang.
Produk ini bahkan sudah mendapat sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan halal.
"Jadi sementara Mulyo Asri ini justru kami arahkan sebagai kemandirian ekonomi masyarakat dan benteng bencana. Belum kami arahkan sebagai wisata yang mengasikkan PAD," tandasnya. (nra)
Editor : Agus AP