KAJEN, Radar Semarang - Jalan Desa Purworejo kini tengah diperbaiki besar-besaran. Tak tanggung-tanggung kualitas beton atau rigid jalan menggunakan standar jalan nasional pantura. Pembangunan ini perlahan akan menepis stigma Purworejo sebagai desa pelosok dan terpinggirkan.
Jalan Desa Purworejo sudah puluhan tahun rusak. Tahun 2011, wartawan koran ini pernah berkunjung ke sana. Jalan desanya memang rusak, banyak lubang, bebatuan, dan berdebu. Kondisi tersebut tak banyak berubah hingga 2022.
Desa ini memang tidak banyak dikenal. Bahkan wartawan koran ini pernah bertanya dengan beberapa warga Kecamatan Sragi, mereka tidak familiar dengan nama Purworejo.
Ternyata pengalaman ini juga dialami sendiri oleh Kepala Desa Purworejo Sunoto. Ia menceritakan, awal ia menjabat pada tahun 2020, seseorang mengatakan padanya Desa Purworejo itu primitif, pelosok, dan terpencil.
"Hati saya sakit sekali. Tapi kemudian saya termotivasi untuk membuktikan desa ini ke depan akan lebih baik dan maju," ungkap Sunoto.
Perlahan Sunoto mulai menata. Fokus pertamanya ialah perbaikan jalan. Perjuangan ia mulai dengan terus mengusulkan perbaikan jalan ke Pemkab Pekalongan lewat berbagai forum.
"Tiap musrenbang selalu usul utama saya jalan. Tujuannya biar setelah jalan baik, perekonomian masyarakat juga baik. Baru fokus ke infrastuktur lainnya," ujarnya.
Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun ini, Desa Purworejo mendapat program perbaikan jalan. Langsung dari Pemerintah Pusat lewat dana Instruksi Presiden (inpres). Proyeknya kini masih berlangsung.
"Ya, ini, Alhamdulillah. Saya perlahan akan membuktikan kami bukan desa pelosok lagi. Ke depan setelah ini, kami akan usahakan untuk penerangan jalan," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla