Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Terkikis Abrasi, Sudah Tidak Ada Penduduk di Dukuh Simonet

Agus AP • Senin, 30 Januari 2023 | 15:58 WIB
Abrasi Sungai Progo di Dusun Ngiwon, Desa Banyuwangi merusak saluran irigasi dan rumah warga terancam longsor. (ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Abrasi Sungai Progo di Dusun Ngiwon, Desa Banyuwangi merusak saluran irigasi dan rumah warga terancam longsor. (ROFIK SYARIF G P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Kajen - Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, sudah tidak berpenghuni. Sebagian besar daratan dukuh ini sudah hampir tenggelam terkikis abrasi. Bekas rumah-rumah warga sudah hancur diterjang ombak. Simonet kini bak pulau.

Dukuh yang terletak persis di bibir pantai utara ini dahulu baik-baik saja. Luas daratannya semula sekitar 20-an hektare. Dihuni 70-an kepala keluarga (KK) atau 265 jiwa yang terbagi dalam dua RT (RT 14 dan 15).

Kondisi berubah tatkala Simonet diterjang abrasi pertama pada 2015. Ada sebagian daratan yang tenggelam. Garis pantai yang semula berjarak kurang lebih satu kilometer, akhirnya mendekat ke permukiman.

Keadaan kembali berubah ketika abrasi luar biasa besar terjadi pada Juni 2020. Garis pantai sudah sangat dekat dengan permukiman. Benar-benar sudah di halaman rumah warga paling utara. Sejak saat itu, Simonet berangsur ditinggalkan penduduk.

Dalam catatan Jawa Pos Radar Semarang, dari hasil wawancara dengan warga beberapa kali, pada Januari 2021 sudah ada 12 rumah yang ditinggalkan penghuninya. Kedua belas rumah ini terletak di deretan paling utara. Kondisinya saat itu sudah hancur karena terjangan ombak.

Desember 2021, hanya tinggal 28 KK atau 96 jiwa yang masih menghuni Dukuh Simonet. Itu lantaran rob dan gelombang tinggi. Membuat sebagian penduduk hengkang dari dukuh itu. Mereka mengungsi ke rumah kerabat di desa lain.

Abrasi Simonet tak terbendung. Mei 2022, menyisakan tujuh KK yang bertahan. Tapi November 2022, ada penduduk yang kembali, menjadi sembilan KK.

Jumat (20/1) lalu, Jawa Pos Radar Semarang mendapat informasi bahwa penduduk Simonet tinggal tiga KK. Informasi ini didapat dari petugas KPU Kabupaten Pekalongan yang melakukan kunjungan ke sana untuk meninjau lokasi pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2024.

"Sudah tidak memungkinkan untuk mendirikan TPS  di sana, karena penduduknya juga tinggal tiga KK. Padahal Pilkada 2020 lalu, kami masih bisa ada TPS di sana walaupun aksesnya sulit," kata Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Ahsin Hana.



Jumat (27/1) lalu, wartawan Jawa Pos Radar Semarang hendak ke lokasi. Namun tak ada perahu yang bisa mengantar menyeberang ke Simonet. Asmuri, warga yang biasa mengantar jemput warga Simonet yang hendak menyeberang juga sedang mengistirahatkan perahunya.

"Perahu sedang tidak saya operasikan seminggu ini. Lha wong sudah tidak penduduk di sana (Simonet)," katanya.

Ia mengatakan, warga semuanya sudah pindah ke desa-desa lain. Ada yang mengontrak, kos, dan mengungsi di kerabat. Ada yang masih kadang datang ke Simonet dengan perahu pribadi karena untuk mencari ikan. Tapi tidak tinggal di rumah mereka di Simonet.

"Listrik juga sudah dipadamkan. Tidak ada kehidupan manusia di sana," ucapnya.

Pemkab Pekalongan sudah menyiapkan lahan untuk relokasi warga Simonet seluas 8000 meter persegi. Lokasinya masih di sekitaran Desa Semut. Namun Pemkab masih harus menunggu kabar baik dari pusat.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam soal Simonet. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk relokasi warga. Salah satunya dengan mengajukan ke Kementerian PUPR.

"Penanganan Simonet sedang proses pengajuan ke Kementerian PUPR lewat program penanganan kumuh skala kawasan," katanya.

Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, selain melalui program Kementerian PUPR, Pemkab juga mengajukan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun itu akan lama karena penanganannya baru bisa dilakukan pada 2024.

"Yang ketiga, kami komunikasikan dengan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perkim Jateng. Ketiga upaya itu kami tempuh. Kami harap 2023 ada langkah riil. Kami juga sudah sempat sampaikan ini ke DPR RI," ucapnya. (nra/aro) 

  Editor : Agus AP
#Desa Semut #Kecamatan Wonokerto #rob kabupaten pekalongan #Dukuh Simonet #ABRASI #ROB #Kabupaten Pekalongan