Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

3 Orang Tewas karena Kabur ke Sungai saat Penggerebekan Judi Sabung Ayam di Pekalongan

Agus AP • Jumat, 20 Januari 2023 | 17:12 WIB
Tim SAR mengevakuasi jenazah pemancing yang tewas tergulung ombak. (Budi Setyawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Tim SAR mengevakuasi jenazah pemancing yang tewas tergulung ombak. (Budi Setyawan/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Kajen - Hingga Kamis (19/1), sudah tiga mayat ditemukan di sungai sekitar arena judi sabung ayam, Kabupaten Pekalongan.

Diduga, mayat tersebut adalah warga yang ketakutan lalu kabur saat ada penggerebekan. Sementara ini polisi tengah memburu dua orang yang diduga sebagai penyelenggara judi.

Tiga mayat yang ditemukan itu bernama Didik Maryoko, warga Wonosegoro, Kabupaten Batang, Setyo Mei Narno, warga Kajen, Kabupaten Pekalongan dan dan Eka Novitri Putra, warga Kabupaten Batang, yang jasadnya ditemukan pukul 17.00 WIB.

Ketiga mayat ditemukan di Sungai Sengkarang, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Hingga saat ini polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian kedua orang tersebut.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengonfirmasi, memang ada penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Desa Kayugeritan pada Selasa (17/1) lalu. Penggerebekan dilakukan oleh Polda Jateng dan Polres Pekalongan.

"Kami masih melakukan penyelidikan, apakah yang bersangkutan terpeleset sendiri ke sungai, atau pergi saat polisi datang," jelasnya.

Arief menggarisbawahi, video viral yang tersebar di medsos soal polisi menggunakan tembakan peringatan saat penggerebekan sehingga warga berhamburan ke sungai, itu bukan terjadi di Kabupaten Pekalongan.



Saat penggerebekan, kata dia, polisi hanya mengamankan orang yang berada di arena judi. Tidak sampai melakukan pengejaran ke sungai.

"Bisa dilihat, pohon-pohonnya, ini lahan kosong, tidak ada rumah, tidak ada kendaraan seperti di video yang beredar. Jarak arena dengan sungai juga jauh, sekitar 750 meter. Mohon diluruskan soal video itu," ucapnya di lokasi.

Dalam penggerebekan, lanjut Arief, polisi sudah mengamankan 28 orang dari arena yang diduga tengah berjudi. Rabu (18/1), pihaknya sudah memintai keterangan dari 28 orang tersebut. Mereka kini juga sudah dilepaskan.

"Kami hanya meminta keterangan soal siapa penyelenggaranya. Dari keterangan mereka kami sudah dapat dua nama, inisial S dan J. Sedang kami buru," ungkapnya.

Dari keterangan warga, kata Arief, praktik sabung ayam di Desa Kayugeritan itu bandar bisa menghasilkan omzet mencapai Rp 17 juta. Lokasi tersebut hanya salah satu. Para pemain biasanya berpindah-pindah.

"Pada Selasa (17/1) itu, mereka bermain di sini (Desa Kayugeritan)," tandasnya.

Wartawan Jawa Pos Radar Semarang sempat mewawancarai kerabat almarhum Didik, Riharso saat di ruang jenazah RSUD Kajen.

Ia mengatakan, adik sepupunya itu memang suka menonton adu ayam. Datang dari Batang ke arena sabung ayam Desa Kayugeritan bersama teman-temannya.

"Dia ikut rombongan tim dari Kecamatan Bandar (Batang) yang akan main di Kayugeritan. Tapi dia tidak ikut judi. Mungkin karena ketakutan, lari ke sungai. Dia tidak bisa berenang," ucapnya. (nra/zal) Editor : Agus AP
#Sabung ayam #top #penggerebekan