Perbaikan jalan penghubung tiga desa di Kecamatan Kesesi itu memakan anggaran hampir Rp 7 miliar. Semula merupakan jalan desa. Namun kemudian diusulkan menjadi jalan kabupaten. Ini membuat pengerjaan jalan ini tidak menggunakan dana desa.
"Panjangnya 3 kilometer. Semoga tidak ada lagi warga kesusahan berdagang dan kecelakaan karena jalan ini sudah halus. Dalan alus, rejeki mulus," kata Fadia saat peresmian Kamis (28/10/2021).
Fadia berpesan, warga juga ikut menjaga jalan tersebut dari potensi-potensi yang merusak. Salah satunya, kata dia, truk-truk galian C yang tak berizin. "Itu mari perhatikan bersama. Biar jalan tidak cepat rusak," ucapnya.
Pernyataan Fadia tersebut terkonfirmasi oleh pernyataan warga. Rasmun, 70, salah seorang warga setempat mengatakan, jalan itu rusak parah karena sering dilintasi truk-truk besar. Menurutnya, karena itu warga yang akhirnya terdampak. "Apalagi kalau hujan, naik motor atau sepeda bisa tergelincir. Alhamdulillah ini sudah halus. Harus dijaga bersama," ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-Taru) Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto mengatakan, pengerjaan jalan ini menggunakan konstruksi dua lapis. Lebar jalan empat meter.
Sebagian titik yang berpotensi tergenang dilengkapi dengan saluran air. "Lokasinya juga strategis karena menghubungkan pula ke ruas jalan provinsi dengan lingkar Kesesi sampai Bojong," imbuhnya. (nra/ton)
Editor : Agus AP