RADARSEMARANG.ID, Semarang — Seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), GGS (24), mengalami kecelakaan setelah terjatuh ke jurang di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Proses evakuasi berlangsung selama empat jam akibat medan yang curam dan sulit dijangkau.
“Setelah upaya intensif selama empat jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi pukul 13.00 WIB dalam kondisi selamat,” ujar Kasi Humas Polres Klaten AKP Nyoto, dalam keterangan pers.
Kejadian ini bermula ketika korban berjalan di sekitar tebing dekat lokasi wisata Kali Talang di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Resort Kemalang pada Senin (17/2) sekitar pukul 18.00 WIB.
Setelah memarkir sepeda motornya, korban diduga terpeleset dan jatuh ke jurang yang cukup dalam.
Korban baru ditemukan keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB oleh seorang pengunjung yang sedang melakukan trekking di sekitar lokasi.
Pengunjung tersebut mendengar suara permintaan tolong dan segera melapor kepada petugas di pos tiket Kali Talang.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Kemalang segera berkoordinasi dengan Tim SAR Klaten, BPBD, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya penyelamatan.
“Operasi penyelamatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk SAR Klaten dan Sleman, BPBD Klaten, PMI Klaten, Sat Sabhara Polres Klaten, Polsek Kemalang, Koramil Kemalang, serta relawan setempat,” ujar AKP Nyoto.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RS Panti Nugroho Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Korban mengalami cedera serius, di antaranya luka di kepala, tangan, dan kaki, nyeri dada, serta cedera pada rahang dan patah gigi depan.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sementara itu, petugas mengimbau para pengunjung untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang memiliki medan ekstrem seperti di Gunung Merapi.
“Kami mengingatkan agar pengunjung selalu memperhatikan keselamatan dan tidak melewati area yang berisiko tinggi tanpa pengamanan yang memadai,” tandas Nyoto.
Setelah dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RS Panti Nugroho Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa jatuhnya GGS menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat melakukan aktivitas di kawasan wisata alam.
Terlebih lagi, kondisi medan yang curam dan sulit dijangkau bisa menjadi tantangan tersendiri yang berpotensi mengancam keselamatan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi