RADARSEMARANG.ID – Belasan pelajar SMPN 7 Mojokerto mengikuti kegiatan outing class di Pantai Drini, Gunungkidul pada Selasa (28/1/2025).
Nahas, dalam kegiatan tersebut terjadi peristiwa kecelakaan laut yang menimpa 13 pelajar sekolah. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 261 pelajar.
Berdasarkan laporan dari Pos Basarnas Gunungkidul ada 9 orang pelajar yang berhasil dievakuasi namun ada 3 orang yang dilaporkan meninggal dan 1 orang masih tahap rescue.
Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul Sulis Haryanto mengatakan, para korban diketahui bermain air di area rip current yang kemudian terseret arus balik air laut saat kejadian kecelakaan laut tersebut.
"Kami sudah lakukan himbauan sebelumnya, namun tidak dihiraukan, melihat kejadian membahayakan itu petugas SAR yang sedang langsung berupaya melakukan penyelamatan," ujar Sulis.
13 pelajar ini menjadi korban keganasan Pantai Drini. Mereka yang selamat dari maut Pantai Drini yakni Firmanda Ramadhani (13), Bintang Kenzie (13), Petra Agustino (13), Ravana Bagas (13), M. Zaky (13), Arizona Rena (13), Ahmad Muzaki (13), Ainoa (13) dan Raditya Rangga (13).
Sementara korban meninggal yakni Alfyan Aditya Pratama (13), Malven Yusuf (13), dan Bayhaqy Fatyanah (13). Lalu, Rifqy Yuda Pratama yang saat ini masih proses pencarian oleh tim basarnas Gunungkidul.
Sebelumnya, rombongan SMPN 7 Mojokerto diketahui bertolak ke Yogyakarta pada Senin (27/1/2025) malam. Berangkat menggunakan lima bus, mereka tiba di lokasi pukul 04.00 pagi, Selasa (28/1/2025).
Diketahui, tujuan pertama outing class tersebut yaitu Pantai Drini. Akibat insiden tersebut, kegiatan outing class dihentikan, siswa kembali bertolak ke Mojokerto. Guru dan kepala sekolah masih di lokasi untuk memantau perkembangan kondisi.
Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyana mengatakan, peristiwa berawal saat rombongan pelajar tengah berlibur ke Pantai Drini sejak pagi. Sesampainya di pantai, mereka sarapan terlebih dahulu.
"Usai sarapan, rombongan pelajar itu bermain air, sekitar 13 orang bermain di area tengah lalu terseret ombak," ujar Agus saat dikonfirmasi.
Saksi yang berada di lokasi tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke petugas SAR. Agus melanjutkan, sembilan orang yang dievakuasi petugas SAR membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit usai kejadian.
Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis serius.
"Tiga pelajar meninggal dunia ditemukan sekitar pukul 11.05 WIB, satu masih dalam pencarian, guru-guru juga tengah mendata siswanya," jelasnya. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi