RADAR SEMARANG.ID, JOGJAKARTA-PRODUK dari kegiatan penelitian yang didanai oleh DRTPM ini menghasilkan 50 variasi perhiasan dalam bentuk cincin, bros, bandul liontin, dan gelang, untuk pria dan wanita.
Kegiatan penelitian ini diberi judul: “Intuisi Klasik dan Modernisme pada Produk- Produk Perhiasan di Jepara dan Peluang Ekonomi Kreatif Berkelas Internasional”.
Penelitian diketuai oleh Deni Setiawan yang memiliki kepakaran seni rupa, dengan anggota Muh. Ibnan Syarif sebagai ahli seni rupa, Arif Hidayat berperan ahli hukum, Shanty Oktavilia berperan ahli ekonomi, dan Ni Kadek Aris Rahmadani sebagai pengelola data penelitian.
Seluruh peneliti adalah dosen dari Universitas Negeri Semarang dengan fakultas yang berbeda-beda.
Penelitian ini dimulai awal tahun dan berakhir di tahun 2024.
Kegiatan penelitian di Jepara ini berdasarkan beberapa temuan masalah, yaitu: terdapat bentuk perhiasan monoton, daya saing dan jual yang rendah, produk belum beridentitas daerah, dan promosi perhiasan masih relatif rendah.
Pengrajin masih melayani pesanan di tingkat lokal dan nasional, sedangkan pasar internasional belum dilakukan.
Urgensi penelitian untuk mengangkat pemikiran dan kekayaan kearifan lokal sebagai ragam hias pada perhiasan, sehingga memberikan dampak pada daya jual tinggi dan bersaing ke internasional.
Penelitian ini bertujuan secara mendalam dan profesional untuk mencipta desain perhiasan dengan fokus pengembangan bagian ragam hiasan lokal untuk ekonomi kreatif, tema klasik dan modernisme untuk divisualisasilkan menjadi perhiasan.
Penelitian dan penciptaan perhiasan berbahan monel dilaksanakan selama satu tahun tahun kegiatan, dengan model penelitian pengembangan produk.
Penelitian pengembangan melakukan eksplorasi konsep dan bentuk yang meliputi: intuisi konsep, pradesain (pencarian dan pengumpulan ide konkrit), improvisasi atau pengembangan desain, membuat desain alternatif dan validasi desain, dan memilih desain akhir.
Di bagian desain perhiasan dilakukan validasi desain yang melibatkan pakar desain dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Material yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini berbahan logam jenis monel.
Tahapan produksi, yaitu: persiapan bahan, persiapan alat, membuat bentuk kasar, implementasi pola ragam hias, pengamplasan kasar dan halus, proses polesan dan detailing. Setelah prototipe, dilakukan validasi oleh pakar perhiasan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Validasi lain dilakukan pada saat pameran produk perhiasan di tingkat nasional di Taman Budaya Yogyakarta, tanggal 29, 30 November, dan 01 Desember 2024. Pameran tersebut mendapatkan respons positif dari pengunjung pameran.
Luaran kegiatan penelitian telah mencipta dan memamerkan 50 protipe perhiasan dalam bentuk cincin, bros, bandul liontin, dan gelang.
Dilakukan pula pencataan kekayaan intelektual berupa dokumen HKI dan Desain Industri, buku cetak ber-ISBN, publikasi media massa (koran), dan publikasi ilmiah jurnal internasional bereputasi, dan pameran perhiasan.
Dengan pencapaian skala TKT 5-6, ide dan gagasan tersebut dinilai masuk ke tahap komersialisasi selanjutnya, yaitu tahap pengembangan massal. (svc)
Editor : Tasropi