Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bukan di Undip Semarang, Orang Tua Mahasiswa Baru Ini Ikut Kuliah Menggantikan Anaknya yang Meninggal

Aris Hariyanto • Jumat, 16 Agustus 2024 | 21:57 WIB
Orang tua mahasiswa baru saat ikut kuliah menggantikan anaknya yang meninggal.
Orang tua mahasiswa baru saat ikut kuliah menggantikan anaknya yang meninggal.

RADARSEMARANG.ID, - Salah satu Universitas terkemuka di Indonesia telah kehilangan mahasiswa baru angkatan 2024 belum lama ini.

Bukan di Undip Semarang, namun mahasiswa baru tersebut diketahui meninggal dunia akibat sakit.

Mahasiswa ini berasal dari Sangkarnihuta, Balige, Toba, Sumatera Utara, dan kedua orang tuanya hadir saat mata kuliah prodi Manajemen di pagi Rabu (14/8).

Kedua orang tua ini duduk di baris kursi paling depan bersama dengan putri sulungnya.

Mereka adalah Sebastian Hutabarat dan Imelda Tiurniari Napitupulu, orang tua dari Marchia R.M. Hutabarat, mahasiswa baru yang telah berpulang tersebut.

Kehadiran orang tua Marchia, di kuliah perdana menciptakan momen haru yang memenuhi ruang kelas.

Meskipun berduka, mereka memutuskan untuk mengikuti kuliah sebagai bentuk penghormatan kepada putri tercinta.

Dalam suasana haru, Sebastian dan Imelda duduk di antara mahasiswa lainnya merasakan pendidikan kuliah yang telah menjadi impian Marchia.

Melansir dari laman ugm.ac.id, Marchia merupakan mahasiswa baru dalam Program Sarjana di Program Studi Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Sayangnya, Ia belum sempat merasakan kegiatan penerimaan mahasiswa baru hingga duduk di bangku perkuliahan kampusnya.

Kedua orang tua Marchia diberikan kesempatan untuk membagikan kisah putrinya di depan mahasiswa lainnya.

Sembari terisak, Sebastian ayah Marchia mengatakan “Saya membayangkan Marchia ada duduk di tengah-tengah kalian”.

Sebastian menceritakan Marchia yang lahir pada 2006, adalah anak yang cerdas berprestasi, dan selalu meraih juara di kelas.

Berkat pencapaiannya, Marchia diterima di Universitas Gadjah Mada melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Menurut Sebastian, dirinya tidak pernah membayangkan perpisahan dengan putrinya akan terjadi begitu cepat.

Kehilangan yang dirasakannya sangat mendalam, karena ia merasa belum dapat hadir dalam setiap momen kehidupan Marchia.

"Ketika itu, saya menerima telepon dari istri. Dia memulai pembicaraan dengan mengatakan agar saya tidak terkejut, Marchia telah meninggal”.

“Perasaan saya langsung kacau saat mendengar berita tersebut, mengingat saya berada jauh di Balige, sementara Marchia berada di Yogyakarta," ungkapnya.

Meskisulit menerima kenyataan, Sebastian merasa bersyukur dapat menemani putrinya hingga akhir hayatnya.

Masih menurut Sebastian, putrinya Marchia, adalah sosok yang semangat dan bertekad mencapai cita-citanya, termasuk diterima di UGM.

Ia sering belajar larut malam dan mengabaikan pola makan, yang menyebabkan masalah asam lambung.

"Ambil pelajaran dari pengalaman Marchia untuk lebih bersyukur dan peduli. Semoga ini menjadi renungan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak dan menjaga pola makan serta gaya hidup sehat," ujarnya.

Sementara itu, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., yang menjabat sebagai Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, menyampaikan belasungkawa atas kepergian Marchia.

Selain itu, seluruh keluarga besar FEB UGM juga merasakan duka yang mendalam atas kepergian Marchia Hutabarat pada 17 Juni 2024 silam.

“Almarhumah yang diterima di UGM melalui jalur SNBP menunjukkan prestasi yang sangat tinggi dan semangat gigih dari Balige, Sumatera Utara untuk menuntut ilmu di Yogyakarta,” ucapnya.

Bayu juga menyampaikan, wafatnya Marchia akibat sakit menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk bersyukur atas kesempatan pendidikan di universitas terbaik.

Disamping itu, juga pentingnya menjaga kesehatan serta memenuhi harapan orang tua selagi masih ada. (*)

Editor : Iskandar
#mahasiswa baru #Universitas Gadjah Mada #menjaga kesehatan #ugm yogyakarta #SNBP #momen haru #Marchia #Undip Semarang