Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terpengaruh Self Harm di Trend TikTok, Puluhan Siswi SMPN 2 Saptosari Gunungkidul Menyayat Tangan Sendiri

Agus AP • Kamis, 7 Maret 2024 | 02:13 WIB
Suasana di SMPN 2 Saptosari pada Rabu (6/3/2024)
Suasana di SMPN 2 Saptosari pada Rabu (6/3/2024)

RADARSEMARANG.ID - Self harm sedang trending di TikTok, namun jangan ditiru! Tren ini terjadi di SMPN 2 Saptosari, Gunungkidul. Self harm merupakan sebuah tindakan menyakiti diri sendiri untuk menghilangkan rasa frustasi, stres, dan berbagai macam emosi.

Mujiono S.Pd selaku Wakil Kepala SMPN 2 Saptosari mengatakan kasus self harm dilakukan oleh siswi atau pelajar putri.

Para siswi kedapatan melukai diri sendiri dengan cara menyayat tangan dengan silet. Kasus ini terpantau sejak akhir tahun lalu.

Diketahui sebanyak 23 anak tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan. Mereka menjadi korban pengaruh negatif media sosial platform TikTok.

"Ada 23 anak melukai diri sendiri dengan silet. Pada bagian pergelangan tangan disayat dengan silet," kata Mujiono kepada Radar Jogja pada Rabu (6/3/2024) .

"Faktor kedua (pemicu self harm) karena keluarga," tambah Mujiono.

Sebanyak 30 persen dari total 328 siswa SMPN 2 Saptosari, tidak mendapat pengasuhan langsung dari orang tua.

Ternyata mereka hanya tinggal bersama dengan nenek, dan atau kakek.

"Sementara orang tuanya bekerja ke luar kota," jelasnya.

Pihak sekolah pun langsung bergerak cepat melakukan pembinaan.

Selain anak, pihak orang tua juga telah dipanggil untuk dicarikan jalan keluar.

"Kami juga berkomunikasi dan konsultasi dengan Puskesmas Saptosari," ungkapnya.

Kejadian ini turut penjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho.

Heri Nugroho mengaku prihatin dengan munculnya kabar trend self harm di kalangan pelajar.

"Segera kami komunikasikan dengan dinas pendidikan, ini tidak bisa diselepelekan," kata Heri Nugroho.

Mengingat kasusnya terjadi pada pelajar, pihaknya menyoroti kinerja guru Bimbingan Konseling (BK).

Jangan sampai guru BK hanya formalitas dan tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati belum bisa dimintai tanggapan terkait dengan trend self harm di dunia pendidikan. (gun)

 

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan menyakiti diri sendiri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan menyakiti diri sendiri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan self harm.

Editor : Agus AP
#trend tiktok #SMPN 2 Saptosari #media sosial #self harm #menyayat tangan sendiri