Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gunung Merapi Kembali Muntahkan Guguran Lava Pijar, Ini Daerah yang Terdampak

Aris Hariyanto • Rabu, 21 Februari 2024 | 03:28 WIB
Terpantau guguran lava pijar Gunung Merapi dari pos Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman.
Terpantau guguran lava pijar Gunung Merapi dari pos Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman.

RADARSEMARANG.ID - Gunung Merapi di Sleman Jogja dikabarkan telah mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 35 kali.

Menurut laporan dari Volcanic Activity Report Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan jarak luncur maksimum 1.500 meter.

Periode pengamatan dilakukan sejak Senin (19/2) pukul 00.00-24.00 WIB dengan cuaca di Gunung Merapi cenderung cerah, mendung, dan hujan.

Sementara angin bertiup tenang ke arah barat timur dengan suhu udara 18-24.8 °C, kelembaban udara 60-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg.

Saat pengamatan, tercatat volume curah hujan 46 milimeter per hari, dan Gunung Merapi terlihat jelas hingga kabut 0-III.

Kemudian terlihat asap putih dari kawah bertekanan lemah dengan intensitas tebal dan tinggi 75 meter di atas puncak kawah.

Dikabarkan terjadi kegempaan Guguran; Hybrid/Fase Banyak; dan Tektonik Jauh. Dan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava pijar yang diketahui mengarah ke Kali Bebeng, diikuti dengan awan panas.

Daerah terdampak pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sedangkan pada sektor tenggara meliputi daerah Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sementara itu, material vulkanik yang terlempar saat terjadi letusan eksplosif dapat mencapai jarak 3 kilometer dari puncak gunung.

Berdasarkan informasi pemantauan menunjukkan bahwa, pasokan magma masih terus berlanjut.

Hal tersebut yang dapat menyebabkan terjadinya awan panas guguran di dalam wilayah yang berpotensi berbahaya.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya seperti yang dikutip dari Radar Jogja.

Agar terhindar dari bahaya, masyarakat harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya lahar dan awan panas guguran (APG) saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Oleh karena itu, masyarakat agar dapat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik akibat dari erupsi Gunung Merapi.

Apabila terjadi perubahan aktivitas yang penting, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera diperiksa kembali.

Editor : Baskoro Septiadi
#gunung merapi #Kali Bebeng #lava pijar #awan panas