RADARSEMARANG.ID - Momen haru sekaligus memilukan terjadi di Jepara. Seorang bayi laki - laki ditemukan dalam kardus bekas air mineral di depan sebuah gedung milik PT Wanxinda Travel Goods, Desa Pendosawalan, Kalinyamatan, Jepara pada Kamis (17/2/2025).
Yang bikin hati terenyuh, bayi malang itu ditinggalkan bersama sepucuk surat permintaan maaf dari sang ibu.
Bayi itu ditemukan oleh seorang pemulung sekitar pukul 07.30 WIB. Ia tergeletak dalam kardus dengan dibungkus sarung bantal warna merah muda bermotif bunga.
Baca Juga: Brigadir AK Polisi Pelaku Pembunuhan Bayi Dimaki Ibu Korban dan Neneknya saat Memasuki Ruangan Sidang Etik di Mapolda Jateng Baca Juga: Geger Penemuan Jasad Bayi dalam Tas di Rumah Kos Bangetayu Semarang, Ini Identitas Terduga Pelaku
Saat didekati, terdengar tangisan pelan yang membuat warga sekitar berkerumun. Polisi pun langsung turun tangan.
Namun yang paling menyayat hati, adalah isi surat yang tertinggal dalam kardus tersebut:
“Maaf ya belum bisa merawat kamu karena masih ngekos. Makan aja susah. Tolong titipin ke panti aja. Yang mau merawat, makasi ya. Btw anaknya cowok.”
Surat itu langsung menyebar luas di media sosial dan membuat netizen terenyuh. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku pembuangan bayi, seorang perempuan muda berinisial DS (19) asal Banyumas, yang bekerja sebagai karyawan swasta di Jepara.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Gadis asal Jepara di Bangunan Kosong Semarang Terungkap, Pelaku Ternyata Kekasih Korban Baca Juga: Tragis! Rayakan Ulang Tahun, Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Klaten Meregang Nyawa Usai Diceburkan Ke Kolam
Pelaku ditangkap saat hendak kabur ke kampung halamannya menggunakan mobil travel dari pintu Tol Demak.
Menurut pengakuannya, ia nekat membuang bayi yang baru dilahirkannya karena panik dan tidak siap mengasuh anak hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.
“Ia takut keluarganya tahu, dan tidak punya cukup biaya untuk membesarkan anak itu”, ungkap AKP M. Faizal Wildan Umar, Kasatreskrim Polres Jepara.
Saat ini, bayi tersebut dalam kondisi sehat dan dirawat intensif di Puskesmas Kalinyamatan.
Kasus ini pun memicu simpati publik, sekaligus jadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan tanggung jawab moral.
Editor : Baskoro Septiadi