Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ternyata Sangat Berbisa, Ini Dia Ular Edor yang Banyak Ditemui Jika Berkunjung ke Karimunjawa

Baskoro Septiadi • Jumat, 5 April 2024 | 19:43 WIB
Ular Edor (Facebook)
Ular Edor (Facebook)

RADARSEMARANG.ID – Tak hanya dikenal dengan wisata alam pantainya yang indah, pulau Karimunjawa ternyata juga memiliki hewan asli salah satunya ular Edor.

Ular Edor termasuk pada golongan ular tanah. Ular tanah (Calloselasma rhodostoma) adalah sejenis ular bandotan yang amat berbisa

Nama Edor diberikan penduduk setempat mungkin berasal dari kata bedor, yang berarti panah karena kepala ular Edor mirip ujung anak panah, berbentuk segitiga.

Ular ini memang tergolong ular berbahaya. Ia dapat menyambar mangsanya dengan lompatan cepat melejit seperti anak panah.

Perlu diketahui bahwa ular tanah merupakan hewan pemangsa yang suka menyergap. Ular tersebut bisa dikenali dari tubuhnya yang cenderung gemuk, sedikit pendek, dan tidak terlalu besar.

Kita sebaiknya tidak bermain-main dengan ular tanah lantaran ular ini punya gigitan yang menyakitkan. Konon, orang yang digigit ular Edor akan merasakan lumpuh sementara.

Bisa yang diakibatkan oleh ulat tanah bisa menimbulkan bengkak. Terkadang pula, gigitan ular tanah dapat menyebabkan gangrene maupun nekrosis.

Perlu diketahui bahwa gangrene merupakan jaringan tubuh yang mati karena tidak mendapat cukup aliran darah.

Sedangkan nekrosis adalah jaringan hidup dan sel-sel yang mengalami kematian dini karena cedera pada sel.

Selain itu, akibat dari gigitan ular tanah bisa menimbulkan kerusakan atau disfungsi anggota badan pada korbannya.

 Kondisi tersebut memungkinkan langkah medis lanjutan, seperti amputasi, mengingat belum ada serum antibisa untuk menangani ular tanah.

Habitat ular tanah Keberadaan ular tanah di dalam atau sekitaran rumah tidak bisa dilepaskan dari habitat asli hewan melata ini.

Ular tanah biasanya menghuni semak-semak, lahan pertanian dengan kondisi tidak terurus dan lembap, maupun hutan belukar.

Tidak menutup kemungkinan juga ular tanah menjadikan pemukiman sebagai tempat tinggalnya. Ular dengan genus Calloselasma itu biasanya bersikap pasif dengan melingkar di atas tanah sembari menunggu mangsanya lewat.

Warna kecoklatan dan pola khas pada tubuhnya membuat ular tanah jago berkamuflase sehingga tidak mudah diketahui keberadaannya.

Karena alasan itulah kita perlu waspada dengan ular tanah agar tidak mendekati apalagi menginjaknya. (bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#karimunjawa #Ular Edor