RADARSEMARANG.ID – Jawa Tengah kini memiliki wajah baru di pucuk pimpinan kepolisian daerah. Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan dipercaya menjadi Kapolda Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Lemdiklat Polri.
Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi itu menjadi bagian dari pergeseran sejumlah pejabat tinggi Polri setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Baca Juga: Roy Hardi Siahaan Jadi Kapolda Jateng, Pernah Ungkap Jaringan Narkoba Internasional
Menariknya, Roy Hardi bukan sosok yang benar-benar asing dengan Jawa Tengah. Perwira tinggi kelahiran Medan, 16 Februari 1970 tersebut pernah bertugas sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang.
Pengalaman di bidang reserse menjadi salah satu warna kuat dalam perjalanan karier Roy Hardi. Lulusan Akpol 1993 itu juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu serta beberapa jabatan di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sebelum dipercaya memimpin Polda Jateng, Roy Hardi menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN. Posisi tersebut membuat namanya lekat dengan sejumlah operasi pemberantasan narkotika.
Salah satu operasi yang mendapat perhatian adalah pengejaran buronan narkoba Dewi Astutik di Kamboja. Dalam operasi tersebut, Roy Hardi memimpin tim yang bergerak lintas negara hingga berhasil mengamankan buronan yang disebut terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika.
Baca Juga: Sepak Terjang Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Baru yang Punya Rekam Jejak di Pemberantasan Narkoba
Rekam jejak serupa juga terlihat dalam pengungkapan kasus narkoba di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara. Tim yang dipimpin Roy Hardi menangkap seorang buronan yang dikaitkan dengan peredaran 98 kilogram sabu.
Kini pengalaman panjang tersebut akan dibawa ke Jawa Tengah. Tantangan Roy Hardi tentu tidak ringan karena Polda Jateng membawahi wilayah dengan karakteristik persoalan keamanan yang beragam, mulai dari kejahatan konvensional, narkotika, lalu lintas, hingga pengamanan berbagai agenda masyarakat.
Penunjukan Roy Hardi juga menarik karena ia pernah bekerja dalam lingkungan BNN bersama Suyudi Ario Seto. Kini, Suyudi berada di pucuk pimpinan Polri sebagai Kapolri, sementara Roy Hardi mendapat amanah memimpin Polda Jawa Tengah.
Dengan latar belakang reserse dan pengalaman panjang dalam pemberantasan narkotika, publik Jawa Tengah kini menanti langkah pertama Roy Hardi setelah resmi memegang kendali Polda Jateng.
Bukan hanya soal pergantian pejabat, kehadiran Roy Hardi sekaligus membawa harapan baru terhadap pola penanganan keamanan dan penegakan hukum di Jawa Tengah.
Editor : Baskoro Septiadi