RADARSEMARANG.ID, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan menjelang penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Acara penutupan dipastikan akan berlangsung meriah dengan menghadirkan sejumlah kejutan serta hiburan menarik bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menngatakan, selaku Steering Committee (SC) MTQ, konsep seremonial penutupan dirancang mirip dengan kemegahan acara pembukaan. Mulai dari sajian tari pembuka, tari kolaborasi, hingga penampilan grup musik pendukung.
Ketepatan durasi (timing) dan koordinasi antarpenutur menjadi fokus utama panitia untuk memastikan acara berjalan lancar.
"Insyaallah kami menyiapkan agar masyarakat lebih bahagia saat mengikuti penutupan MTQ kali ini, bahkan kita berharap lebih bahagia dibanding pembukaan kemarin," ujarnya usai acara Dialog Publik TVRI Jawa Tengah Berkaitan Dengan Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah di Studio RRI Semarang, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, panitia juga telah bersilaturahmi dan berkoordinasi langsung dengan Protokol Kepresidenan agar Wakil Presiden Republik Indonesia hadir dan meresmikan penutupan perhelatan tersebut.
Berdasarkan hasil evaluasi pembukaan, panitia yang melibatkan koordinasi erat antara Pemprov, Kementerian Agama, SC, dan OC, menjanjikan sejumlah gebrakan baru di malam puncak nanti.
Selain fokus pada penutupan, panitia juga memfasilitasi para kafilah dari berbagai daerah untuk berwisata mengelilingi destinasi ikonik di Kota Semarang, seperti Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Lama, dan Klenteng Sam Poo Kong. Rute perjalanan telah dijadwalkan secara bergilir guna mencegah penumpukan massa dan menjaga kenyamanan para tamu.
Terkait dinamika perlombaan, Gus Yasin, sapaan akrabnya, memaparkan klarifikasi mengenai polemik yang sempat memicu protes di salah satu cabang lomba. Pihaknya menegaskan perdebatan tersebut murni disebabkan oleh perbedaan pemahaman mengenai terminologi ar-rukhsah (keringanan hukum Islam), bukan bentuk pembelaan terhadap daerah tertentu.
"Ini murni perdebatan klausul pembahasan saja. Alhamdulillah sudah ada penyelesaian yang baik dari dewan hakim dan peserta dari Sumatera Barat diikutkan lolos ke jenjang berikutnya," jelasnya.
Sementara itu, dialog publik dengan tema "Merawat Al Quran, Menguatkan Generasi", menghadirkan Taj Yasin sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah dan Ketua LPTQ Provinsi Bali Syaifudin.
Dalam dialog tersebut, kedua pimpinan LPTQ ini membagikan strategi dalam rangka merawat Al Quran di wilayah masing-masing. Syaifudin mengemukakan, di Provinsi Bali, muslim merupakan mayoritas kedua, yang memiliki tantangan tersendiri dalam merawat Al Quran untuk generasi muda. "Pada usia SMA, remaja diajak untuk mengkaji dan menalarkan ayat, sehingga membuat mereka merasa butuh terhadap Al Quran," urainya.
Sedangkan Taj Yasin memaparkan sejumlah program Pemprov Jateng yang memfasilitasi penghafal Al Quran, antara lain tali asih kepada penghafal 30 juz, dan beasiswa untuk penghafal Al Quran.(gie)
Editor : Sugiyanto