Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Buku, Educa Studio Gandeng Pemprov Jateng Perkuat Literasi Digital 

Khafifah Arini Putri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:39 WIB
Educa Studio menggandeng Pemprov Jateng untuk memperkuat literasi digital.
Educa Studio menggandeng Pemprov Jateng untuk memperkuat literasi digital.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perpustakaan tak lagi sekadar menjadi tempat mencari dan membaca buku. Di tengah perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi, ruang literasi dituntut ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Hal itu menjadi salah satu fokus kerja sama Educa Studio dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam rangkaian Festival Literasi Jawa Tengah, Selasa (15/9).

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Educa Sisfomedia Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut mengusung tema “Penguatan Transformasi Digital dan Peranan Perpustakaan Daerah sebagai Katalisator Pengembangan Budaya Literasi dan Keterampilan Digital Masyarakat Provinsi Jawa Tengah.”

Sejumlah program disiapkan melalui kerja sama tersebut. Di antaranya memperluas akses masyarakat terhadap konten digital, menggelar lomba kreasi berbasis kearifan lokal, serta memberikan pelatihan keterampilan digital.

Selain itu, penguatan literasi masyarakat hingga pelestarian dan penyebarluasan arsip daerah juga masuk dalam ruang lingkup kerja sama. Arsip dipandang sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa Tengah yang perlu terus dijaga dan dikenalkan.

CEO Educa Group Andi Taru mengatakan, teknologi tidak semestinya hanya digunakan untuk mempermudah akses pembelajaran. Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu memberikan dampak yang dirasakan langsung masyarakat.

“Transformasi digital bukan hanya mengenai bagaimana teknologi digunakan, tetapi bagaimana teknologi dapat membuka akses belajar dan buku yang lebih luas, lebih mudah, dan lebih relevan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini, kami ingin ikut membangun ekosistem literasi yang mampu menggabungkan teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Andi Taru.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Kondisi tersebut membuat perpustakaan memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.

Perpustakaan dapat menjadi tempat belajar, berkarya, sekaligus meningkatkan keterampilan digital masyarakat. Karena itu, konten pendidikan juga perlu disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Salah satu upayanya dilakukan melalui perluasan akses terhadap konten digital. Masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan materi pembelajaran tanpa terbatas pada koleksi buku fisik.

Program kreasi berbasis kearifan lokal juga menjadi bagian penting. Masyarakat akan didorong menghasilkan karya yang mengangkat kekayaan budaya daerah dengan memanfaatkan medium digital.

“Tidak hanya sekedar membaca buku, namun lebih mendalam pada kemampuan memahami informasi, menyampaikan ide/gagasan, dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga literasi menjadi pondasi belajar," ungkapnya.

Masyarakat perlu dibekali kemampuan beradaptasi, berkarya, dan memanfaatkan teknologi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri pendidikan menjadi semakin penting,” lanjutnya.

Di sisi lain, keterampilan digital juga menjadi perhatian. Pelatihan diharapkan tidak hanya membuat masyarakat mampu mengakses informasi, tetapi juga memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Educa Studio menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas kontribusi dan partisipasinya dalam pengembangan literasi masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas inovasi pembelajaran berbasis teknologi serta pengembangan konten edukatif yang kreatif, adaptif, dan inklusif.

Bagi Educa Studio, penghargaan itu menjadi dorongan untuk terus mengembangkan solusi pendidikan yang mengikuti perubahan kebutuhan belajar masyarakat.

Educa Group sendiri bergerak di bidang digital edutainment dengan memadukan unsur pendidikan dan hiburan. Melalui Educa Studio, telah dikembangkan lebih dari 1.000 konten edukasi berupa gim, animasi, dan buku digital untuk anak usia dini.

Ekosistem Educa Group juga mencakup Gamelab Indonesia yang berfokus pada pembelajaran dan pelatihan berbasis teknologi.

Ke depan, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diharapkan berkembang menjadi lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari akses buku dan pendidikan, keterampilan digital, hingga pelestarian budaya dan arsip daerah.

“Bagi Educa, teknologi adalah alat untuk mempercepat dan memperluas dampak. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah panjang untuk menghadirkan lebih banyak inovasi maupun manfaat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi bagi masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
educa studio Literasi Digital JAWA TENGAH