RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka beasiswa Ma’had Aly bagi 420 santri. Pendaftaran program tersebut berlangsung 24 Agustus hingga 24 September 2026.
Setiap penerima akan mendapat bantuan Rp1 juta per semester. Bantuan diberikan selama enam semester. Total bantuan yang diterima mencapai Rp6 juta selama masa pendidikan.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Prof Hasyim Muhammad mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng terhadap pesantren. Sebab kata dia, pesantren menjadi salah satu basis pendidikan yang potensial di Jateng. Jumlahnya mencapai sekitar 5.500 pondok pesantren yang terdaftar. Karena itu beasiswa santri ini bisa membantu meringankan biaya pendidikan mereka.
"Beasiswa kepada santri ini memang bagian dari bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada pesantren. Bagaimanapun pesantren ini adalah basis pendidikan yang sangat potensial di Jawa Tengah," kata Hasyim saat ditemui di Co Working Space, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (18/8).
Ia menjelaskan, beasiswa Ma’had Aly merupakan salah satu skema bantuan yang disiapkan Pemprov Jateng bagi para santri. Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan pesantren melalui program Pesantren Obah.
"Melalui program pesantren Obah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut andil di dalam proses pembinaan dan pengembangan pesantren di Jawa Tengah," katanya.
Beasiswa Ma’had Aly menyasar santri yang menempuh pendidikan di 25 pesantren. Lembaga pendidikan tersebut tersebar di sejumlah daerah di Jateng. Di antaranya Rembang, Sarang, Kragan, Kajen, Pati, Kudus, Tegal, Brebes, Purworejo, Banyumas, Wonosobo, Semarang, dan daerah lainnya.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui platform yang disediakan Pemprov Jateng. Sosialisasi juga dilakukan secara daring dan luring dengan menggandeng perguruan tinggi serta Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI).
Ia menegaskan, bantuan Rp1 juta per semester diperuntukkan bagi biaya pendidikan. Bantuan tersebut digunakan untuk membayar UKT atau SPP. Setelah proses pendaftaran dan seleksi, penerima beasiswa akan mendapat pembekalan pada 22 Oktober. Kegiatan tersebut dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Santri.
"Bantuan Rp 1 juta itu kalau mahasantri untuk UKT atau SPP," tegasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi