Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Silaturahmi Alumni Salafiyah Kajen 1992 di UIN RMS Surakarta, Prof Islah Gusmian Sosialisasikan Beasiswa untuk Generasi Pesantren

Ida Nor Layla • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:58 WIB
DOA BERSAMA: Pertemuan guru, kiai, dan alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, Senin 7 Juli 2026.
DOA BERSAMA: Pertemuan guru, kiai, dan alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, Senin 7 Juli 2026.

RADARSEMARANG.ID, Klaten - Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai pertemuan guru, kiai, dan alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, Senin 7 Juli 2026. 

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah, mengenang perjalanan menuntut ilmu, sekaligus memperkuat komitmen para alumni untuk terus mengabdi kepada umat, bangsa, dan dunia pendidikan.

Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para guru dan kiai yang telah membimbing para alumni dengan nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan tradisi keislaman yang moderat. 

Puluhan alumni Madrasah Salafiyah dari berbagai daerah hadir dan mengawali pertemuan dengan khataman Alquran, doa bersama, istighotsah, dan ziarah. 

Para alumni yang kini umumnya berprofesi sebagai guru dan kiai ini merupakan lulusan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah tahun 1989 dan Madrasah Aliyah tahun 1992.

Acara ini difasilitasi oleh Prof. Dr. Islah Gusmian, M.Ag, yang kini menjabat Direktur Pascasarjana UIN RMS Surakarta. 

Alumni Salafiyah lulusan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga tercatat sebagai penerima penghargaan Awardee Guru Besar Bidang Pengembang Keilmuan dari Asosiasi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan studi tafsir Nusantara.

Dalam sambutannya, salah satu alumni senior turut mengenang kembali masa-masa sulit ketika menempuh pendidikan dahulu, termasuk kisah perjuangan sebagian santri yang harus berjualan di sela waktu istirahat sekolah demi membantu ekonomi keluarga. 

Ia menegaskan bahwa silaturahmi seperti ini, meski tampak sederhana, diyakini dapat menjadi wasilah atau jalan menuju keberkahan dan kesuksesan apabila diniatkan dengan baik.

Sementara itu, Prof. Islah mengenang pelajaran berharga yang ditanamkan para guru semasa menempuh pendidikan di Madrasah Salafiyah, yakni kedisiplinan. 

SILATURRAHMI : Pertemuan guru, kiai, dan alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, Senin 7 Juli 2026.
SILATURRAHMI : Pertemuan guru, kiai, dan alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 yang digelar di Kampus Pascasarjana UIN Raden Mas Said (UIN RMS) Surakarta, Senin 7 Juli 2026.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga sikap tawadhu kepada guru serta merawat semangat persaudaraan tanpa sekat.

"Mantan guru gak ada. Mantan musuh gak ada. Silaturahmi itu bagian dari kamanungsan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Islah juga berbagi informasi mengenai berbagai jalur beasiswa pendidikan lanjut yang dapat diakses oleh anak-anak alumni yang berlatar belakang pesantren, di antaranya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dari Kementerian Agama. 

Ia secara khusus menyoroti program Beasiswa Kader Ulama yang tidak mensyaratkan sertifikat tahfiz atau syahadah, melainkan menekankan pada seleksi berbasis tes bakat skolastik dan administrasi.

Program Kader Ulama tersebut, jelasnya, memungkinkan mahasiswa menempuh studi S2 di bidang Al-Qur'an di PTIQ Jakarta dengan pembiayaan penuh, termasuk biaya riset, akomodasi, dan biaya hidup, serta kesempatan menempuh program setahun di luar negeri seperti Kairo, Mesir. 

Ia juga menyebut adanya program double degree kerja sama UIN Sunan Ampel Surabaya dengan Australia, serta jalur Mahad Ali di berbagai daerah seperti Jombang dan Rembang bagi peminatan Ulumul Qur'an dan tafsir.

Ia berharap generasi penerus alumni Madrasah Salafiyah dapat lebih memanfaatkan akses informasi dan beasiswa yang kini semakin terbuka, sehingga tradisi keilmuan pesantren dapat terus berkembang mengikuti tantangan zaman. 

Pertemuan ini pun diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak para alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren, memperkokoh persaudaraan, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Madrasah Salafiyah Kajen #Pascasarjana UIN RMS #Kajen Margoyoso Pati #UIN Raden Mas Said #surakarta