Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Modus 'Sistem Tempel' di Tiang Listrik, Bandar Narkoba Manfaatkan Medsos Sasar Anak Sekolah di Jateng

Khafifah Arini Putri • Senin, 6 Juli 2026 | 13:06 WIB
Ketua DPD Geram Jateng Havid Sungkar
Ketua DPD Geram Jateng Havid Sungkar

 
RADARSEMARANG.ID - Kebiasaan merokok di kalangan anak dan remaja diminta tidak lagi dianggap sepele. Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah menilai rokok menjadi pintu awal yang membuat pelajar berani mencoba obat-obatan terlarang hingga narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif (narkoba).

Ketua DPD GERAM Jateng Havid Sungkar mengatakan, sebagian besar penyalahguna narkoba berawal dari rasa penasaran. Mereka diajak teman untuk mencoba secara gratis, lalu berlanjut menjadi ketergantungan.

Baca Juga: 195 Ribu Jiwa Terjerat! Remaja Jateng Jadi Incaran Empuk Modus Baru Narkoba 'Sistem Tempel'

"Marak terjadi pada anak-anak, saya banyak ketemu anak-anak SD, SMP sudah mengenal namanya rokok. Padahal rokok, kita tahu adalah jembatan emas orang mengenal narkoba," ujar Havid.

Ia menjelaskan, setelah terbiasa merokok, tidak sedikit remaja mulai mencoba psikotropika, terutama pil koplo yang dijual dengan harga murah dan mudah diperoleh. Dari situ, mereka perlahan masuk ke penyalahgunaan narkotika. Karena itu penyalahgunaan narkoba semakin sulit dihentikan.

"Kalau (anak-anak) sudah kenal rokok, nanti mau enggak mau akhirnya nyoba lagi yang namanya tadi psikotropika, pil-pilan koplo dipakai karena harga murah," imbuhnya.

GERAM Jateng selama ini juga menemukan banyak pelajar yang telah mengenal pil koplo seperti tramadol dan eksimer. Sebagian besar mengaku awalnya hanya ingin mencoba. Semantara lainnya terjerumus karena ajakan teman atau sedang menghadapi masalah pribadi. 

Kasus serupa ditemukan di Semarang, Salatiga, hingga Kabupaten Semarang. Menurutnya dari coba-coba itu kemudian anak-anak akan timbul kecanduan akibat pengaruh lingkungan pergaulan.

Di sisi lain, Kota Semarang masih menjadi daerah dengan penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Tengah. Posisinya sebagai kota pelabuhan dan memiliki bandara membuat Semarang kerap menjadi jalur masuk peredaran narkotika. Setelah Semarang, kasus penyalahgunaan narkoba disusul Kota Surakarta, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Jepara.

"Peredaran narkoba ini banyak antar provinsi atau pulau, jadi banyak lewat laut peredarannya. Semarang ini bagi para pengedar, bagi bandar ini tempat mereka semacam surga untuk dapat menyebarkan obat yang dijual seperti itu (narkotika)," bebernya. 

Havid mengungkapkan, pola peredaran narkoba kini juga mengalami perubahan. Jika dulu transaksi dilakukan secara langsung, kini banyak bandar memanfaatkan media sosial hingga marketplace. Penjual dan pembeli tidak lagi bertemu. Komunikasi dilakukan melalui aplikasi pesan maupun media sosial, sedangkan barang ditinggalkan di titik tertentu setelah pembayaran dilakukan.

"Sekarang dengan perkembangan teknologi banyak transaksi lewat medsos atau marketplace. Jadi penjual dan pembeli tidak ketemu. Mereka lewat sosmed, lewat WA, bahkan Twitter (X). Tinggal transfer, nanti barangnya dititipkan di pohon atau di tiang listrik," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Jaga Ketat Sidang Mantan Bupati Pati Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang

Menurutnya, modus tersebut menjadi tantangan baru dalam pemberantasan narkoba. Sebab, menyasar generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Karena itu, ia mengingatkan orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak di media sosial agar tidak dimanfaatkan untuk transaksi barang terlarang.

Ia menjelaskan GERAM Jateng terus menggencarkan penyuluhan ke sekolah-sekolah, termasuk saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Edukasi diberikan agar pelajar berani menolak tawaran narkoba sejak pertama kali. Sebab, menurut Havid, mencegah anak mencoba jauh lebih mudah daripada memulihkan mereka setelah terjerat kecanduan.

"Jadi, orang yang tua, ketika anaknya ada di sekolahan atau di rumah untuk betul mereka mengawasi dengan bijak, jangan sampai sosmed ini disalahgunakan," pungkasnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#penyalahguna narkoba #jembatan emas #PIL KOPLO #JAWA TENGAH #NARKOBA