RADARSEMARANG.ID - Video seorang sopir bus yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di sejumlah SPBU di Jawa Tengah dan Yogyakarta viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sopir mengaku terpaksa membeli Pertamina Dex agar kendaraannya tetap bisa beroperasi.
Sopir itu menyebut solar kosong di sejumlah SPBU yang dilaluinya. Bahkan, ia mengaku tidak menemukan solar sejak dari Sragen hingga Yogyakarta.
Baca Juga: Pakai Nomor Ikonik Brasil, Matheus Cunha Kini Dijuluki ‘The New R9’ di Piala Dunia 2026
"Halo Pak Presiden Prabowo, Menteri Bahlil, iki lho solar angel sak Jawa Tengah. Solar ndak ada, kita akhirnya beli (Pertamax) Dex harga Rp 25 ribu sak liter. Ini sekarang di pom bensin Ambarketawang Jogja, mulai Sragen nggak ono solar," ujarnya dalam video yang beredar.
Menanggapi kejadian itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan tidak terjadi kelangkaan solar.
Stok BBM subsidi tersebut disebut dalam kondisi aman, baik di wilayah Jawa Tengah maupun DIY.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung setelah video tersebut beredar.
Baca Juga: Aerox Mati Kutu? Motor New Honda Vario Evo 160 Resmi Rilis, Tampang Berubah Total!
"Saat ini tidak ada kelangkaan solar. Untuk stok solar sendiri dalam kondisi aman. Saat ini stok kami itu di angka 15 kali lipat konsumsi normal untuk solar sendiri. Untuk Pertamina Dex lebih tebal lagi di angka 39 kali lipat konsumsi normal," kata Taufiq.
Menurutnya, stok solar ini tersedia di terminal BBM maupun seluruh SPBU. Ia menjelaskan kondisi yang terjadi di SPBU Ambarketawang hanya berupa penundaan pelayanan sementara.
"Jadi secara umum stoknya aman di depot maupun di seluruh SPBU. Adapun di video tersebut itu setelah kami cek di Ambarketawang memang pada hari kemarin itu terjadi pengisian yang meningkat sehingga sempat ada penundaan pelayanan pada saat ada pengiriman BBM ke SPBU tersebut. Namun setelah itu landai," jelasnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya di SPBU Ambarketawang memang ada lonjakan permintaan, dan SPBU sedang masa loading atau pengisian BBM. Karena itu kendaraan tidak bisa mengisi solar disaat bersamaan.
"Di video tersebut itu yang setelah kami cek yang mendekati hanya di SPBU Ambarketawang aja karena mungkin pada saat yang bersangkutan mengisi, sopir bus tersebut itu memang sedang dalam proses loading atau bongkar mobil tangki karena ada peningkatan konsumsi di luar dari perkiraan SPBU tersebut pada hari tersebut kemarin," tegasnya.
Menurutnya, pada hari yang sama SPBU Ambarketawang melayani pengisian armada Trans Jogja dalam jumlah cukup besar. Sementara hasil pengecekan di Sragen juga menunjukkan stok solar dalam kondisi aman.
"Kemudian di Sragen di video tersebut, setelah kami cek di Sragen juga tidak ada kekosongan solar, kondisi stok solar di Sragen dalam kondisi yang aman," tegasnya.
Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tidak khawatir bahkan sampai panic buying. Pertamina kata dia akan menjamin stok BBM mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Masyarakat tidak perlu panik atas beredarnya video tersebut itu. Harapannya masyarakat tetap mengkonsumsi secara tenang dan dalam batas kewajaran yang normal," ujarnya.
Sementara berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, kondisi di sejumlah SPBU Kota Semarang terpantau normal.
Di SPBU Kalibanteng, antrean kendaraan pengisi solar tetap terlihat berjalan seperti biasa.
Sementara di SPBU Ngaliyan tidak tampak antrean panjang maupun tanda-tanda kelangkaan BBM subsidi tersebut. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi