Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Silaturahmi Nasional Annitho Jatma Aswaja, Habib Luthfi Ajak Jamaah Tarekat Perkuat NKRI

Khafifah Arini Putri • Minggu, 14 Juni 2026 | 08:01 WIB
Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar JATMA Aswaja Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya ketika memberikan mauidzah hasanah di depan ratusan jamaah Annitho Aswaja.
Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar JATMA Aswaja Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya ketika memberikan mauidzah hasanah di depan ratusan jamaah Annitho Aswaja.

 

RADARSEMARANG.ID - Pengamal tarekat didorong mengambil peran lebih besar dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain memperkuat spiritualitas melalui zikir dan pembinaan rohani, komunitas tarekat juga diminta berkontribusi dalam penguatan ekonomi, pendidikan, hingga ketahanan bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam Silaturahmi Nasional Pengurus Lembaga Aswaja Tahun 2026 yang digelar oleh Annisa Thoriqoh Ahlussunnah Wal Jamaah (Annitho Aswaja) di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6).

Baca Juga: UKSW Gagal Juara, Tumbang Dramatis dari Perbanas di Final Campus League National

Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Pembina Annitho Aswaja Jawa Tengah-DIY Nawal Nur Arofah, jajaran pengurus JATMA Aswaja dan Annitho Aswaja dari berbagai daerah di Indonesia.

Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar JATMA Aswaja Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menegaskan kecintaan terhadap bangsa dan negara harus menjadi bagian dari perjuangan para pengamal tarekat.

Menurutnya mereka tak boleh kalah dengan para pahlawan dulu yang langsung melawan penjajah untuk memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

"Selagi ada umur, tetap orang cinta Indonesia. Memperkuat NKRI, ini tugasnya orang Annitho Aswaja," kata Habib Luthfi ketika memberikan mauidzah hasanah di depan ratusan jamaah.

Menurut Habib Luthfi, tarekat tidak hanya berbicara mengenai zikir dan ibadah pribadi. Nilai-nilai yang diajarkan harus mampu melahirkan pemikiran yang jernih.

Tentunya untuk menjawab tantangan bangsa, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Ia juga mengajak seluruh anggota tarekat untuk menjaga persatuan bangsa dan tidak memberi ruang bagi upaya pemecahbelahan negara.

“Kita janji kepada Allah akan mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia dengan baiat kubro," tegasnya.

Habib Luthfi menambahkan tarekat berperan membersihkan hati, sehingga melahirkan pemikiran yang jernih untuk menjawab berbagai tantangan umat dan bangsa.

Ia mencontohkan pentingnya melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang juga menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, pertanian, hingga kesehatan.

"Isinya Al-Qur'an yang ilmu melebihi dari segala lautan, kita bisa menjabarkan, menyampaikannya, begitulah hafal Al-Qur'an, hafal ahli hadis juga jago, mau ambil ke dunia pertanian-pertanian yang luar biasa (juga bisa berjalan beriringan)," ujarnya.

Baca Juga: Brasil vs Maroko: Misi Selecao Mengakhiri Kutukan 24 Tahun dan Memburu Bintang Keenam Piala Dunia

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, M. Hasan Chabibie, menjelaskan Annitho Aswaja merupakan organisasi yang baru berusia sekitar satu tahun, namun terus berkembang di berbagai daerah.

Ia menyebutkan, hingga kini telah terbentuk sekitar 11 pengurus wilayah dan hampir 100 pengurus cabang yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Hasan mengatakan, organisasi ini menjadi rumah besar bagi para pengamal tarekat mu’tabarah di Indonesia.

Salah satu fokus yang terus didorong adalah penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Aktivitas yang berkaitan dengan cinta tanah air, kemudian merangkul semua kelompok, kemudian juga yang tidak kalah penting adalah penguatan kemandirian ekonomi yang ini menjadi ciri khas dari organisasi Jatma aswaja maupun Anitho Jatmaaswaja,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar UMKM yang melibatkan para anggota dan masyarakat. Menurutnya perempuan memiliki posisi strategis dalam penguatan organisasi maupun bangsa. 

“Makanya di sebelah kanan kiri acara ini ada bazar, ada aktivitas perekonomian yang mendukung UMKM karena kita ingin organisasi ini juga kuat, kemudian warganya berdaulat dan kalau ini bisa dilaksanakan dengan baik akan juga memberikan penguatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” bebernya.

Ketua PB Anitho Aswaja, Hj Sechah wal Afiah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan organisasi kepada masyarakat luas, sekaligus mempererat jaringan antarpengurus dari seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, Anitho Aswaja hadir untuk memfasilitasi kaum perempuan yang ingin mendalami zikir dan tarekat dengan sanad yang tersambung hingga Rasulullah SAW.

Selain pembinaan spiritual, organisasi juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, mulai ekonomi, sosial, budaya, pertanian hingga peternakan.

"Keberadaan Jatma Aswaja, keberadaan Anito Aswaja tidak hanya memutar tasbih, tidak hanya mengajarkan untuk berada di atas sajadah. Namun kita juga peduli dengan lingkungan kita di sosial, budaya, ekonomi, pertanian, peternakan dan sebagainya," ungkapnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#Annitho Aswaja #wisma perdamaian #Habib Luthfi #Ahlussunnah wal Jamaah #Taj Yasin Maimoen