RADARSEMARANG.ID, Surakarta-- Tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan workshop zero-waste textile craft di Panti Asuhan Gunungan Surakarta pada 8–10 Mei 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan anak panti melalui pemanfaatan limbah kain perca.
Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek ekonomi kreatif, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Kampung Blangkon Potrojayan yang berada dalam satu kawasan dengan panti asuhan.
Limbah kain perca yang digunakan dalam workshop merupakan hasil sisa produksi para perajin blangkon setempat yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui sinergi ini, limbah tekstil yang sebelumnya terbuang diolah kembali menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.
Ketua tim pengabdian Dr. Nadia Sigi Prameswari, S.Sn., M.Sn. menjelaskan, pendekatan ini sengaja dirancang berbasis potensi lokal.
“Kami melihat adanya kedekatan geografis antara panti dan sentra blangkon. Ini menjadi peluang kolaborasi yang sangat strategis, sehingga limbah produksi dapat dimanfaatkan langsung oleh anak-anak panti sebagai bahan kreatif,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep zero-waste dan pengenalan material kain perca, dilanjutkan dengan eksplorasi ide desain berbasis budaya lokal.
Pada tahap ini, anggota tim pengabdian Maria Krisnawati, S.Pd., M.Sn. menekankan pentingnya nilai estetika dan pasar.
“Produk kerajinan harus memiliki identitas visual yang kuat agar mampu bersaing. Kami mendorong peserta untuk tidak hanya membuat, tetapi juga memikirkan bagaimana produk itu diterima pasar,” jelasnya.
Selanjutnya, peserta mengikuti workshop praktik pembuatan produk kerajinan seperti aksesoris, tas kecil, dan souvenir.
Anggota tim pengabdian lainnya, Dwi Candra Purnamasari, S.Ds., M.Sn. menyoroti pentingnya proses produksi yang rapi dan kreatif.
“Kami melatih keterampilan teknis mulai dari penyusunan kain hingga finishing, agar produk yang dihasilkan tidak hanya unik tetapi juga berkualitas,” ungkapnya.
Dalam aspek desain dan inovasi bentuk produk, anggota tim pengabdian Dr. Ratih Ayu Pratiwinindya, S.Pd., M.Pd, menambahkan bahwa eksplorasi sangat penting dalam proses kreatif.
“Anak-anak kami dorong untuk berani bereksperimen dengan bentuk dan kombinasi warna, sehingga tercipta produk yang memiliki ciri khas dan nilai artistik,” tuturnya.
Sementara itu, penguatan kewirausahaan diberikan melalui pelatihan manajemen usaha sederhana dan strategi pemasaran.
Anggota tim pengabdian Moh. Yudik Al Faruq, S.Pd., M.Pd. menjelaskan pentingnya literasi bisnis bagi peserta.
“Kami mengenalkan cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga strategi promosi sederhana agar mereka memiliki bekal usaha mandiri yang berkelanjutan,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini berperan sebagai pendamping teknis, membantu proses desain, produksi, hingga dokumentasi kegiatan.
Perwakilan pengurus Panti Asuhan Gunungan Vina Ayudia menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Mereka tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan motivasi untuk lebih percaya diri dan melihat peluang masa depan,” ungkapnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti setiap sesi dan menghasilkan berbagai produk kreatif dari limbah kain perca.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara perguruan tinggi, lembaga sosial, dan pelaku industri kreatif lokal dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular berbasis komunitas yang berkelanjutan. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto