Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Momen May Day di Jateng, Santunan Rp 337 Juta Diserahkan untuk Ahli Waris dari Tiga Pekerja

Khafifah Arini Putri • Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:44 WIB
Tiga ahli waris dari tiga pekerja di Jateng mendapatkan santunan Rp 337 juta dari BPJS Ketenagakerjaan pada momen may day di Ungaran.
Tiga ahli waris dari tiga pekerja di Jateng mendapatkan santunan Rp 337 juta dari BPJS Ketenagakerjaan pada momen may day di Ungaran.

 

RADARSEMARANG.ID - Suasana haru sekaligus meriah mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5). Di tengah semarak perayaan, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan sebesar Rp337 juta kepada tiga ahli waris pekerja yang meninggal dunia

Peringatan May Day 2026 tersebut mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Bersama” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Kegiatan dihadiri langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY Hesnypita, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran Mulyono Adi Nugroho, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang.

Melalui kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris almarhum Ahmad Syaiful Fajar sebesar Rp70 juta yang merupakan pekerja Dusun Semilir dan meninggal dunia saat bekerja.

Santunan juga diberikan kepada ahli waris almarhum Hariyanto sebesar Rp42 juta, seorang tukang pijat yang terlindungi melalui program Kamar Lindung pekerja rentan Desa Pringsari.

Selain itu, santunan sebesar Rp225.006.530 diserahkan kepada ahli waris almarhum Agoes Joko Soesanto, karyawan bagian repair plywood PT Sumber Graha Sejahtera yang meninggal mendadak saat bekerja.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para pekerja atas kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum pengakuan atas perjuangan pekerja dalam memenuhi hak dan kewajibannya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh serikat pekerja dan buruh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Ungaran dan Jawa Tengah pada umumnya. Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Hidup buruh!,” kata Ahmad Luthfi. 

Ia juga memuji harmonisasi hubungan industrial antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja di Jawa Tengah yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi daerah.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY Hesnypita mengatakan penyerahan manfaat tersebut menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya.

“Momentum May Day ini menjadi pengingat bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan rasa aman dalam bekerja. BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan pekerja dan keluarganya tetap terlindungi dari risiko sosial ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun meninggal dunia,” katanya.

Pihaknya pun terus mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk bagi pekerja sektor informal dan pekerja rentan di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Peringatan May Day 2026 di Kabupaten Semarang juga diisi dengan deklarasi damai serikat pekerja, pemberian penghargaan kepada perusahaan dengan praktik ketenagakerjaan terbaik, serta hiburan rakyat yang melibatkan komunitas pekerja dari berbagai sektor.  (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#may day #BPJS KETENAGAKERJAAN #meninggal dunia #Ahli Waris