Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hujan Deras Warnai Pagelaran Parade Seni dan Budaya Hari Jadi Jateng, Begini Reaksi Penonton

Khafifah Arini Putri • Jumat, 22 Agustus 2025 | 12:49 WIB
Peserta Parade Seni dan Budaya dari Kabupaten Brebes.
Peserta Parade Seni dan Budaya dari Kabupaten Brebes.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Meski hujan deras, masyarakat Jawa Tengah (Jateng) tetap antusias melihat Parade dan Seni Budaya dalam rangka HUT Jateng ke-80.

Jalan Pahlawan nampak warna warni dengan pemandangan jas hujan plastik dan payung yang dikenakan para penonton.

Mereka berjejer rapi di sepanjang Jalan Pahlawan dan masih sabar menanti pertunjukan parade budaya.

Total ada 23 penampilan seni dan budaya dari perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Sebanyak 23 tim seni budaya ini tampil memukau. Mereka mempersembahkan tarian, musik, hingga atraksi khas daerah masing-masing yang dikemas dalam bentuk arak-arakan.

Sejak sore, para peserta telah bersiap dengan kostum masing-masing. Mereka berkumpul di Jalan Menteri Supeno hingga Taman Indonesia Kaya.

Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen secara langsung membuka Parade Seni dan Budaya. Ia menegaskan kegiatan bertajuk kirab budaya ini bukan sekadar hiburan.

Melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah, dengan menonjolkan ciri khas kebudayaannya.

“Kirab budaya yang dihadiri dari 35 kabupaten/kota untuk mengenalkan budaya-budaya yang ada di kabupaten/kota. Sehingga ini kami berharap nanti dengan pengamalan ini kita bisa bikin road map, apa aja sih yang dibutuhkan atau digemari oleh wisatawan yang masuk ke Jawa Tengah. Sehingga ini bisa dinikmati, ada nanti kalender event juga bisa dimasukkan di sana,” jelas Taj Yasin.

Menurutnya, pelaksanaan acara budaya di tingkat kabupaten/kota akan memperpanjang masa tinggal wisatawan di Jawa Tengah.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi wujud penghormatan terhadap warisan leluhur.

“Yang tidak kalah penting dengan adanya Kira Budaya ini kita menghormati bagaimana pemikiran leluhur kita, kebudayaan kita, dan kebudayaan itu bisa dinikmati, bisa membuat orang itu semakin rukun di era yang saat ini dengan sama-sama menikmati kebudayaan bisa merukunkan dan bisa menyatukan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan itu Taj Yasin menekankan kolaborasi antara budaya dan inovasi agar bisa merangkul generasi muda. Sehingga kebudayaan daerah ini tetap melekat pada anak-anak muda.

"Jadi tema kali ini ya kita kolaborasi ya dengan adanya inovasi dengan kebudayaan itu sehingga kita kolaborasikan dengan kebudayaan yang kekinian, merangkul anak-anak muda. Dan ini menumbuhkan. Tadi saya melihat hujannya luar biasa tapi masyarakat tentu semangat untuk melihat kebudayaan," ungkapnya.

Salah satu penonton Juni Anugerah mengaku menyempatkan waktu untuk melihat Parade Seni dan Budaya.

Meski hujan, semangat wanita asal Surabaya ini tak luntur. Ia rela hujan-hujanan untuk menonton parade budaya ini.

"Ini memang menyempatkan waktu untuk melihat parade budaya, mau lihat keunikannya di Jateng itu apa, saja," jelas Juni. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#jas hujan plastik #Taj Yasin Maemoen #warna warni #kabupaten/kota #Taman Indonesia Kaya #Parade Seni #Jalan Pahlawan #Wakil Gubernur Jawa Tengah #JAWA TENGAH