Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Ini Makna Logo Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Ke 80

Adityo Dwi Riyantoto • Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:52 WIB

RADARSEMARANG.ID - Logo “80” pada perayaan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah memberikan kesan atas slogan “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

Logo “80” bukan sekadar angka biasa, melainkan dibentuk menyerupai burung Kepodang Emas, satwa khas Jawa Tengah.

Menurut Yusup Kristiyanto, sang pencipta logo, desain angka 80 yang dibuatnya itu menggambarkan seekor burung Kepodang Emas sedang meloloh atau menyuapi makan anaknya.

Yusup menjelaskan, burung Kepodang Emas telah lama menjadi simbol kearifan lokal di daerah Jawa Tengah.

Memiliki suara merdu, bulu kuning keemasan, serta mempunyai karakter penuh perhatian pada anaknya.

Hal itu dia anggap mengilhami semangat kebersamaan dan kepedulian.

“Makna kata meloloh mengacu pada proses memberi makan pada anaknya. Artinya itu Ngopeni supaya bisa bertumbuh. Burung Kepodang Emas juga dikenal dengan keindahan bulunya dan perilaku baik suka membersihkan diri (Nglakoni) dengan merasakan kehidupan nyata, menghilangkan berbagai keburukan supaya bisa mapan,” ungkap warga Dusun Tunggul, RT 03 RW 4, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten ini.

Pria tamatan akuntansi di sebuah sekolah kejuruan menambahkan, Kepodang Emas melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti.

Selain itu, juga sering dikaitkan dengan simbol kejayaan, kemakmuran, serta keberlanjutan. 

Logo tersebut mengemas pesan yang sederhana namun mendalam, yakni Jawa Tengah telah mapan di usianya yang ke-80 tidak berhenti berkembang, tetapi terus bertumbuh seperti anak Kepodang yang kelak akan terbang mandiri.

Filosofi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari siklus kehidupan yang terus dipelihara.

“Sehingga hal ini dirasa selaras untuk merepresentasikan semangat pemerintah dalam Ngopeni serta Nglakoni Jawa Tengah dengan kesederhanaan, totalitas, serta ketulusan hati, dalam mewujudkan seluruh masyarakat Jawa Tengah yang mapan serta bertumbuh. Filosofi inilah yang mendasari terbentuknya desain logo semangat Hari Jadi ke-80, menuju Jateng Mapan dan Tumbuh,” ungkapnya.

Dengan visual elegan dan narasi yang kuat, peringatan Hari Jadi Jateng tahun ini diharapkan bukan hanya soal angka, melainkan refleksi perjalanan panjang dan tekad, untuk menatap masa depan dengan hati memelihara serta langkah yang mantap.

“Harapan saya, apa yang telah menjadi visi dan misi Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yaitu Ngopeni Nglakoni benar-benar dapat dirasakan semua lapisan masyarakat di Jawa Tengah. Sehingga Jawa Tengah benar-benar mapan dan terus bertumbuh,” tandasnya  

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi, menuturkan, penentuan logo Hari Jadi Ke-80 Jawa Tengah dilakukan melalui sayembara. Hal itu untuk memberikan ruang kreatif sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung.

Logo Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah
Logo Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah

“Jadi tiap tahun kita lakukan sayembara untuk menentukan logo hari jadi Jawa Tengah, termasuk Hari Jadi Ke-80 ini. Sehingga tidak semata-mata dari internal, tapi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.

Dijelaskan, antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengikuti sayembara kali ini. Ada sebanyak 632 peserta yang mengirimkan karya logo. Menurutnya, logo yang terpilih dan ditampilkan bukan hanya sebagai angka, tetapi memiliki filosofi dan harapan bersama untuk Jawa Tengah ke depan. (dit)

Editor : Baskoro Septiadi
#HUT Jateng