RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejak pagi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus didatangi anak muda.
Mereka datang sembari membawa dokumen penting untuk pemberkasan sebagai syarat pendaftaran Magang ke Jepang.
Salah satunya Ahmad Nur Rokhim. Pemuda asal Wonosobo ini kembali peruntungan untuk ketiga kalinya.
Sebelumnya, ia gagal lolos seleksi untuk pemagangan ke Jepang saat mendaftar di Sragen dan Boyolali.
Tapi kali ini ia datang dengan persiapan lebih matang setelah mengikuti pelatihan di LPK selama tiga bulan.
“Saya pingin ke Jepang karena nyari kerja di sini susah. Tapi kemarin cari pengalaman kerja di sini dulu untuk bekal belajar di LPK,” ujar Rokhim.
Hingga hari terakhir pemberkasan, Rabu (16/7). Sebanyak 461 pemuda telah mendaftar diri untuk mengikuti program magang ke Jepang.
Program ini merupakan kerja sama antarpemerintah (G to G) antara Indonesia dan Jepang melalui International Manpower Development Organisation (IM) Japan, serta melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan.
Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz menyampaikan, seleksi akan berlangsung selama lima hari. Yakni mulai 21 – 25 Juli 2025.
"Hari Senin itu mulai pembukaan seleksi. Materinya meliputi tes matematika dasar, tes administrasi, kesampatan, dan wawancara," jelas Aziz, Rabu (16/7).
Menurutnya seluruh peserta akan mengikuti rangkaian tes pada waktu yang sama. Tes administrasi dan wawancara akan dilaksanakan di Kantor Disnakertrans Jateng. Sementara tes kesamaptaan digelar di Gor Tri Lomba Juang.
Seleksi ini akan diawasi langsung oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan dan IM Japan. Mereka akan memastikan proses berlangsung objektif dan transparan.
Setelah lolos seleksi, peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama hampir satu bulan sebagai bekal sebelum diberangkatkan. Menariknya, program ini tidak membatasi jumlah peserta yang bisa berangkat.
Sedangkan tahun lalu ada 500 pendaftar. Namun hanya 350 orang yang mengikuti tes seleksi dan sekitar 100 peserta dinyatakan lolos. Tahun ini, antusiasme masyarakat pun semakin meningkat.
"IM Jepang siap menyerap jumlah peserta yang lolos seleksi," tandasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi