Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menguak Fakta Gunung Slamet di Jawa Tengah, dari Sejarah Letusan Pertama Hingga Mitos Ramalan Jayabaya

Aris Hariyanto • Kamis, 10 Oktober 2024 | 03:17 WIB
Fakta Gunung Slamet, terletak di perbatasan lima kabupaten di Jawa Tengah.
Fakta Gunung Slamet, terletak di perbatasan lima kabupaten di Jawa Tengah.

RADARSEMARANG.ID - Gunung Slamet di Jawa Tengah telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pecinta alam dan survivor.

Selain dikenal dengan ketinggiannya yang menjulang indah, Gunung Slamet juga diselimuti pesona alam menakjubkan.

Namun, dibalik itu semua, Gunung Slamet menyimpan berbagai cerita dan mitos yang menarik untuk ditelusuri.

Salah satu mitos Gunung Slamet yang paling terkenal adalah tentang Ramalan Jayabaya. Ramalan ini menyebutkan letusan dahsyat Gunung Slamet memungkinkan dapat membelah Pulau Jawa menjadi dua.

Meski ramalan ini belum terbukti secara ilmiah, kepercayaan tersebut tampak masih tetap dijaga di kalangan masyarakat sekitar.

Menurut data catatan BPBD KABUPATEN BANYUMAS, Gunung Slamet Jawa Tengah mempunyai ketinggian sekitar 3.428 mdpl.

Adapun lokasi Gunung Slamet terletak di perbatasan lima kabupaten: Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang.

Berdasarkan data catatan vulkanologi, letusan pertama Gunung Slamet terjadi pada 11-12 Agustus 1772. Letusannya menghasilkan aliran lava serta hujan abu vulkanik yang signifikan.

Letusan besar lainnya dari Gunung Slamet juga terjadi pada tahun 1930, 1932, 1953, 1955, 1958, 1973, dan 1988 dengan aliran lava dan hujan abu.

Aktivitas vulkanologi gunung ini ditandai dengan peningkatan aktivitas yang disertai dengan keluarnya abu, suara dentuman, serta terjadinya gempa.

Selain itu, juga disertai dengan lontaran sekoria atau batu pijar, serta terkadang mengeluarkan lava berpijar.

Letusan gunung ini dapat berlangsung selama beberapa hari, dan dalam situasi yang lebih parah, bisa berlangsung hingga beberapa minggu.

Proses letusan tersebut menyebabkan kawah gunung semakin melebar akibat pengendapan material vulkanik.

Namun demikian, seorang ahli Vulkanologi menilai meningkatnya aktivitas Gunung Slamet adalah hal yang lumrah, lantaran berkaitan dengan aktifnya lempeng di selatan Pulau Jawa.

Menurutnya, pergerakan lempeng akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik di bagian utara batas lempeng.

Berdasarkan data informasi geologi mengenai Gunung Slamet, terdapat komposisi geokimia magma yang tercermin dalam bentuk bebatuan dengan karakteristik "basaltic".

Hal tersebut juga diungkapkan dari hasil penelitian oleh Teknik Geologi Unsoed, serta kajian para ahli vulkanologi di Indonesia.

Dari analisa tersebut, menurut mereka, letusan Gunung Slamet tergolong tidak terlalu berbahaya dan relatif aman.

Hal ini disebabkan oleh karakteristik letusan yang diperkirakan akan mencapai tingkat "strombolian" dengan penampakan seperti percikan kembang api.

Jika analisa mereka benar akurat, maka hal ini dapat membantah ramalan Jayabaya yang menyatakan bahwa, Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua akibat letusan hebat Gunung Slamet.

Hal tersebut disebabkan oleh letak Gunung Slamet Jawa Tengah yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa.

Meski demikian, mitos ramalan Jayabaya terkait aktivitas vulkanik Gunung Slamet diketahui masih diyakini oleh masyarakat sekitar hingga saat ini.

Adapun diketahui, dalam ramalan Jayabaya ini menyebutkan apabila Gunung Slamet meletus dahsyat, memungkinkan dapat membelah Pulau Jawa menjadi dua bagian.

Penduduk setempat meyakini, jika terjadi erupsi Gunung Slamet dalam skala besar, akan menciptakan sebuah parit yang akan menghubungkan pantai utara dan selatan.

Meski demikian, beberapa diantaranya menyebutkan nama Gunung Slamet yang dalam bahasa jawa berarti “Selamat”, diyakini tidak akan meletus besar dan aman bagi penduduk sekitar.

Disamping itu, istilah 'Slamet' sejatinya juga merupakan sebuah doa dan harapan dari masyarakat agar gunung tersebut senantiasa memberikan kedamaian dan kebaikan.

Sepanjang sejarah peradaban manusia yang tercatat, gunung ini tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kemarahan atau meletus dahsyat.

Masyarakat setempat percaya gunung ini melindungi mereka, dan kepercayaan ini juga menjadi bagian dari mitos lokal yang beredar.

Namun demikian, fakta Gunung Slamet dengan mitos ramalan Jayabaya masih diyakini masyarakat sekitar meskipun belum ada bukti ilmiah.

Editor : Baskoro Septiadi
#erupsi #survivor #Gempa #ramalan jayabaya #aktivitas Gunung Slamet #mitos ramalan Jayabaya #BPBD KABUPATEN BANYUMAS #fakta Gunung Slamet #gunung slamet #Gunung Slamet Jawa Tengah #lokasi Gunung Slamet #Pulau Jawa #pecinta alam #letusan pertama Gunung Slamet #mitos gunung slamet #letusan dahsyat