RADARSEMARANG.ID, Semarang - Anantyo Thigo Haryo Leksono dari Kota Semarang dan Chairunnisa Ardelia dari Kota Surakarta terpilih menjadi Mas Mbak Jawa Tengah 2024.
Mereka berhasi mengalahkan 62 finalis lainnya dari 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca Juga: Mas-Mbak Jawa Tengah Didorong Mampu Tingkatkan Promosi Pariwisata dan Budaya
Ke depan Anantyo dan Chairunisa mempunyai tugas berat.
Yakni mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah pada masyarakat hingga tingkat nasional dan internasional.
Diketahui ajang Mas Mbak Jawa Tengah ini pertama kali diadakan setelah vakum akibat Pandemi Covid-19.
Kegiatan yang telah berlangsung dari 19-22 September 2024 ini bertujuan untuk mengembangkan program-porgram pariwisata serta menggali potensi wisata di Jawa Tengah.
Baca Juga: Bersaing Ketat, 66 Finalis Siap Rebut Gelar Mas Mbak Jawa Tengah, Berikut Tugasnya
Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana bahkan hadir langsung untuk menyaksikan penampilan 66 finalis Mas Mbak Jawa Tengah.
Pihaknya juga turut serta menjadi juri dalam ajang tersebut. Nana pun mengapresiasi ajang Mas Mbak Jateng 2024 ini.
Besar harapan, ajang ini bisa menghasilkan pemuda-pemudi bertalenta, memperkenalkan lokawisata ke seantero negeri hingga mancanegara.
“Tugas Mas dan Mbak Jawa Tengah ini akan mempromosikan juga memberikan wawasan pariwisata, budaya Jawa Tengah. Diharap pula mampu menarik minat wisatawan lokal dan asing,” jelas Nana Sudjana di Hotel UTC, Sabtu (21/9) malam.
Sementara Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi menyampaikan saat ini kunjungan wisatawan asing ke Jawa Tengah di kisaran 200 sammpai 400 ribu.
Pihaknya mentargetkan kunjungan setiap tahunnya bisa mencapai 600 ribu wisatawan mancanegara.
“Kalau target kita semnetara masih 600 ribu wisawtan asing. Kalau lokal kita berani sampai 40 hingga 70 juta (wisatawan),” ungkap Agung.
Baca Juga: Lagi! 8 Kreak Samarang Kepergok Pesta Ciu di Kampung Brotojoyo
Ia menambahkan Jawa Tengah memiliki potensi wisata budaya dan alam. Sebab itu pengemasan harus dilakukan dengan apik.
Dengan demikian para wisatawan tertarik untuk datang berkunjung.
“Jawa Tengah itu lebih kita kenal pada wisata bduaya, wisata alam itu yang terus kita kemas dan kembangkan dan peran dari duta wisata ini bisa memberikan dampak untuk mempublikasikan serta mensosialisasikan daya tarik wisata di Jawa Tengah,” tegasnya.
Menurutnya Mas Mbak Jawa Tengah 2024 yang terpilih ini tidak hanya fokus pada wisata yang sudah dikenal saja seperti Borobudur, Gedong Songo, Karimunjawa, dan lainnya.
Tapi mereka juga harus pintar dalam menggaet serta menggali potensi wisata tersembunyi di Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Agung mengaku masih banyak kendala dalam pengembangan wisata di Jawa Tengah.
Diantaranya berkaitan dengan pelayanan. Hingga kini, kata dia wisatawan mancanegara banyak kepeminatannya terhadap Karimunjawa.
Namun kendalanya mereka masih tersangkut di Jepara dan kesulitan akses masuk menuju Karimunjawa.
Selain itu akomodasi juga masih memerlukan perbaikan.
Sebab saat ini infratsruktur menuju wisata di Kawasan Jawa Tengah bagian Selatan masih terbatas.
Kemudian Jawa Tengah kata dia masih kekurangan guide atau pemandu wisata yang pandai berbahasa asing.
Karena itu, kata dia tugas Mas Mbak Jawa Tengah ini sangat berat untuk pengembangan wisata ke depannya.
“Maka kita perlu menarik stakeholder. Dengan proposal yang mereka (Mas Mbak Jawa Tengah) sodorkan itu akan menarik stakeholder untuk memberikan dukungannya,” tandasnya. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi