Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Akun Bisnis 127 Hotel di Jateng Diretas Hacker dalam Kurun Waktu Tiga Hari, Begini Modusnya

Muhammad Hariyanto • Rabu, 14 Agustus 2024 | 20:32 WIB
Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Akun bisnis Google sejumlah hotel di Jawa Tengah diretas oleh hacker.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir ini sudah ada 127 hotel di Jateng yang menjadi sasaran peretasan.

Jumlah ratusan hotel yang menjadi peretasan tersebut terjadi hanya kurun tiga hari, yakni sejak Sabtu (10/8/2024) hingga Senin (12/8/2024).

Peretasan ini berupa serangan pada akun Google Bisnis hotel dengan cara menambahkan nomor WhatsApp palsu pada alamat hotel.

Sedangkan modus pelaku peretasan dengan cara berpura-pura menjadi sales, menawarkan kamar hotel dengan harga lebih miring, alias lebih murah dibanding harga resmi yang ditentukan dari hotel masing-masing.

Masyarakat atau member yang kurang teliti, besar kemungkinan akan tergiur dan memesan kamar ke nomor palsu tersebut.

Akibatnya, mereka mentransfer sejumlah uang yang notabennya sebagai biaya inap kamar namun pada kenyataannya itu semua penipuan.

Salah satu hotel yang menjadi sasaran peretasan oleh serangan hacker ini adalah Hotel @HOM Simpang Lima Semarang. Peretasan atau penggantian nomor terjadi di malam hari, dan mencari kelengahan tim IT.

Public Relations Hotel @HOM Simpang Lima, Deo Galih P menuturkan jika nomor resmi hotelnya sampai diganti tiga kali oleh penipu.

Menurutnya, awal mengetahui ketika pihaknya mendapati nomor mencurigakan yang tercantum di alamat hotel pada pukul 23.45.

"Kami mengalami tiga kali nomor diganti penipu, tahap pertama sampai kedua kita benerin, tapi diubah lagi, terakhir Minggu malam sampai sekarang sudah aman," ungkapnya.

Deo membeberkan, setelah mendapati nomor mencurigakan, kemudian langsung menghubungi tim IT untuk segera menghapus dan memperbaikinya. Namun, tak lama pelaku kembali mengubah nomor kontak hotel lagi.

"Awalnya kita kiranya salah edit. Tapi kemudian teman-teman hotel juga mengalami hal yang sama serempak. Akhirnya ngehubungi IT dan langsung dihapus,” bebernya.

Merespon kejadian tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah pencegahan sehingga tak terjadi di kemudian hari. Salah satunya dengan mitigasi internet seperti mengganti email dan kata sandi.

Deo juga membeberkan, modus operandi yang dilakukan oleh peretas itu adalah bertindak seolah-olah menjadi sales hotel terkait saat calon tamu hubungi. Pelaku menawarkan harga sewa kamar yang jauh lebih murah berbanding harga asli.

"Jadi penipu mengaku sales Hotel @HOM atas nama Mas Doni. Padahal tidak ada sales atas nama itu. Sebenarnya ada beberapa tamu yang udah mau transaksi, untungnya mereka konfirmasi lagi ke nomor official," katanya.

Kabar baiknya, Deo belum menerima aduan kerugian dari tamu yang diduga tertipu, meskipun memang sudah ada yang hampir tertipu. Adapun rata-rata korbannya adalah tamu lanjut usia dengan umur lebih dari 60 tahun.

Kejadian ini tidak hanya dialami oleh Hotel @HOM Simpang Lima, sejumlah hotel lainnya juga mengalami serangan serupa. Seperti Hotel Ciputra, Hotel Harris Sentraland, Hotel Santika Premiere Semarang, dan lainnya.

Penasihat dan Pembina Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mitosih membenarkan peristiwa peretasan tersebut. Ia menyebut, ratusan hotel di Jawa Tengah terkena serangan peretasan.

"Ini sudah menjadi keluhan serius hotel. Di Jawa Tengah juga sedang terus kami bahas. Kami sudah melaporkan akunnya itu dan secara internal IT sudah melindungi," katanya.

Lebih lanjut, Benk menduga jika serangan kali ini dilakukan oleh sindikat profesional. Mengingat banyaknya hotel yang menjadi korban.

"Serangan ini merupakan sindikat sangat besar. Ini harus dicari titik temu dari berbagai pihak. Para General Manager (GM) hotel juga sudah bertemu. Yang jelas PHRI Jateng sedang bersiap melaporkan kasus ini di minggu ini," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#diretas #hotel #hacker