RADARSEMARANG.ID - Banjaratma merupakan salah satu rest area di Tol Transjawa yang terletak di KM 260B yang masuk Kabupaten Brebes.
Rest area yang menawarkan suasana unik dengan menampilkan sisa bangunan kuno yang dipadukan dengan fasilitas jalan tol.
Jauh sebelum menjadi rest area, ternyata bangunan bersejarah tersebut merupakan sebuah Pabrik Gula.
Pabrik Gula tersebut juga bernama Banjaratma atau Suikerfabriek Bandjaratma yang pernah berdiri pada masa kolonial Belanda.
SF Bandjaratma dibangun pada tahun 1908 oleh Handelsvereniging Amsterdam (HVA) yang merupakan perusahaan perkebunan Belanda berpusat di Amsterdam.
PG Banjaratma termasuk pabrik gula paling muda di Brebes dan baru mulai beroperasi pada tahun 1913.
Seperti Pabrik Gula lainnya, Banjaratma jika dibangun berbagai fasilitas penunjang seperti rumah karyawan dan rel lori pengangkut tebu.
Pada tahun 1932 Pabrik Gula Banjaratma berhenti beroperasi karena mengalami kekurangan modal, hal ini diakibatkan oleh dampak dari Krisis Malaise yang terjadi sekitar tahun 1930an.
Beberapa tahun kemudian perusahaan industri gula Banjaratma ini kembali bangkit dan mencoba untuk beroperasi kembali.
Pasca kemerdekaan, nasib PG Banjaratma bukan semakin baik namun sering mengalami beberapa rangkaian serangan, penjarahan, dan pengerusakan.
lahan area pabrik ini selalu jadi rebutan antara massa, terjadilah beberapa gerakan perlawanan rakyat baik dari para pejuang RI, pihak Sayap Kiri, maupun dari pihak Darul Islam.
Bahkan saat itu banyak keluarga Belanda yang menjadi korban perebutan wilayah dan peristiwa Tiga Daerah yang menggaungkan Anti Belanda.
Bahkan ada salah satu cerita mistis di sekitar area pabrik akibat korban kejadian tersebut.
Salah satunya diketahui adalah mitos sosok hantu Belanda yang dikenal dengan sebutan Noni Yolanda.
Diketahui bahwa sosok Noni Yolanda ini merupakan seorang anak berkebangsaan Belanda yang menjabat sebagai salah satu karyawan di Pabrik Gula Banjaratma.
Saat itu terjadi pengepungan massa yang hendak menguasai Pabrik Gula dan masuk ke area perumahan.
Yolanda yang saat itu berada dirumah merasa ketakutan dan mencoba lari dari kepungan massa.
Namun saat mencoba kabur, ia tersandung sebuah benda hingga dia terjatuh dan wajahnya sempat terkena benda tajam, hal itu mengakibatkan matanya tertancap benda tajam tersebut hingga mengeluarkan darah.
Nyawanya pun akhirnya melayang, jasadnya kemudian dipulangkan ke negeri Belanda untuk dimakamkan.
Walaupun jasadnya Yolanda sudah dibawa dan dimakamkan di Belanda, tetapi arwahnya dipercaya masyarakat sekitar masih sering muncul disekitar area PG Banjaratma.
Penampakan hantu Yolanda biasanya sering kali muncul di rumah Administratur dan perumahan karyawan pabrik yang berwujud seorang gadis dengan pakaian Eropa tampak anggun dan cantik.
Sesekali juga berwujud gadis biasa dengan wajah yang matanya penuh darah. cerita dari sosok hantu Noni Yolanda masih berkembang hingga saat ini.
Meskipun menyimpan cerita mistis, namun tak menyurutkan para pengunjung untuk sekedar beristirahat atau menikmati keindahan arsitektur Rest Area Banjaratma.
Editor : Baskoro Septiadi