Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kemenkumham Jateng Gelar Rakor dan Edukasi Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual di Rembang

Ida Fadilah • Minggu, 23 Juni 2024 | 16:37 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Rembang - Tingginya kesadaran untuk mendaftarkan atau mencatatkan Kekayaan Intelektual belum linier dengan kesadaran untuk menghargai karya orang lain.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Tejo Harwanto melalui Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Agustinus Yosi Setyawan saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Edukasi Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku Usaha, yang berlangsung di Pollos Hotel and Gallery Kabupaten Rembang, Jum'at (21/06).

Wilayah Jawa Tengah sendiri, ungkap Yosi, Kemenkumham Jateng telah menerima 6 pengaduan dugaan tindak pidana Kekayaan Intelektual.

Pengaduan tersebut terdiri atas 1 dugaan pelanggaran Paten , 1 dugaan pelanggaran Indikasi Geografis,1 dugaan pelanggaran Merek, dan 3 dugaan pelanggaran Hak Cipta.

Kabid Pelayanan Hukum lebih lanjut menggarisbawahi, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen kanwil guna mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan Kekayaan Intelektual.

"Sehingga dapat tercipta kesadaran untuk menghargai karya orang lain," kata Yosi membacakan sambutan Kakanwil Kemenkumham Jateng.

Dalam kegiatan ini narasumber akan menjelaskan mengenai hak-hak yang dimiliki atas KI, termasuk upaya yang dilakukan dalam hal hak KI yang dilanggar oleh pihak lain secara tidak bertanggung jawab.

"Kami berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat menjadi forum diskusi bagi para pemangku kepentingan," imbuhnya.

Kegiatan ini juga diselenggarakan guna memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pelanggaran KI, khususnya Indikasi Geografis.

Di sisi lain, dipilihnya Kabupaten Rembang sebagai lokasi acara berkaitan erat dengan salah satu Indikasi Geografis yang telah terdaftar, yakni Batik Lasem.

Berdasarkan data yang dikutip dari National Geographic, pada pertengahan abad ke-19, Lasem sudah menjadi pusat batik dengan memiliki 120 perusahaan batik.

"Setelah melalui masa publikasi dan pemeriksaan substantif, Batik Tulis Lasem akhirnya terdaftar sebagai Indikasi Geografis sejak tanggal 10 Oktober 2023," beber Yosi.

Ia menyebut Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis secara khusus melarang penggunaan nama dan logo ”Batik Tulis Lasem”, maupun nama lain yang meyerupai nama atau logo yang telah terdaftar tersebut oleh pihak-pihak yang bukan merupakan bagian dari Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis Batik Tulis Lasem..

Narasumber berasal dari Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, yakni Fitma Andriyanto, Dwi Fitriani dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Tri Junianto yang merupakan Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkumham Jateng.

Secara garis besar, narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menjelaskan mengenai prosedur hukum yang dapat ditempuh masyarakat apabila mengetahui penggunaan nama “Batik Tulis Lasem” oleh pihak di luar anggota MPIG Batik Tulis Lasem.

Sementara narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng menjelaskan pula mengenai program-program pemerintah dalam mendukung pengembangan industri batik, khususnya Batik Tulis Lasem.

Tri Junianto menjelaskan mengenai prosedur pengajuan permohonan indikasi geografis, persyaratan pengajuan permohonan, juga proses penyusunan dokumen deskripsi indikasigeografis.

Dia juga mendorong agar anggota MPIG Batik Tulis Lasem juga mengajukan permohonan merek perorangan untuk produk batik lasem, sehingga masing-masing aggota memiliki merek pribadi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab dari peserta kegiatan. Peserta kegiatan berasal dari Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis Batik Tulis Lasem, perwakilan dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Rembang, Dinas Perindustrian Kab. Rembang, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Rembang, Bappeda Kab. Rembang, Satpol PP Kab. Rembang, Polres Rembang dan Rutan Rembang. (ifa/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kemenkumham 2024 #Kemenkumham Jateng 2024 #KemenkumhamJateng2024