RADARSEMARANG.ID – Setiap langkah pembangunan, literasi memiliki peran yang tak tergantikan. Melalui literasi, masyarakat mengakses pengetahuan, memperluas wawasan, dan membangun keterampilan yang membantu mereka menavigasi kompleksitas zaman ini.
Namun, tak bisa mengabaikan fakta bahwa di tengah gemuruh teknologi dan informasi, masih banyak desa yang terpinggirkan dari akses literasi yang memadai.
Jumlah desa/kelurahan seluruh Indonesia sebanyak 83.971 (BPS, 2023). Berdasar data Perpustakaan Nasional tahun 2023, jumlah perpustakaan desa/kelurahan sebanyak 17.429 atau 20,76 persen.
“Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bertindak lebih proaktif dan holistik dalam mendirikan serta mengembangkan perpustakaan di setiap sudut desa kita,” ungkap Erry Raharjono, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan.
Perpustakaan Nasional terus mendorong peningkatan pelayanan perpustakaan hingga di tingkat desa/kelurahan. Hal itu sesuai dengan salah satu amanat UUD 1945 yakni mencerdaskan bangsa.
Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan Bahan Bacaan Bermutu tahun 2024 merupakan salah satu kegiatan utama Perpustakaan Nasional dalam upaya penguatan budaya baca dan literasi hingga di tingkat desa/kelurahan.
Program ini adalah strategi pemerintah dalam memerangi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas.
Penajaman program Perpustakaan Nasional salah satunya yaitu penguatan kegemaran dan budaya literasi melalui kegiatan bantuan bacaan bermutu untuk perpustakaan desa/kelurahan.
Dan taman bacaan masyarakat dapat betul-betul dimanfaatkan dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat.
Sejumlah 2.000 pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan TBM dijadwalkan mengikuti bimtek (bimbingan teknis) secara luring di 34 provinsi dalam empat gelombang. Dimulai dari 19 Mei hingga 14 Juni 2024.
Untuk memperluas manfaat bantuan Program TPBIS dan Bahan Bacaan Bermutu, 8.000 pengelola perpustakaan desa/kelurahan dan TBM lainnya akan mengikuti bimtek serupa mulai Juni 2024 secara daring.
Bimtek akan diampu oleh 189 Pelatih Ahli yang berasal dari seluruh Indonesia.
Bimtek dilaksanakan selama empat hari di Hotel Novotel Semarang, merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para pengelola perpustakaan di seluruh Indonesia.
Dengan dukungan semua pihak, perpustakaan dapat menjadi pusat belajar dan sumber informasi yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (ap/web/zal)
Editor : Agus AP