RADARSEMARANG.ID - Sebanyak 686 bus dicek secara mendadak oleh jajaran kepolisian Jawa Tengah Sabtu (18/5).
Selain itu, 861 pengemudi juga turut dicek kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk pencegahan maupun mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
Baca Juga: Larangan Study Tour Oleh Disdikbud Jateng Perlu Dikaji Ulang
Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Sonny Irawan mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan serentak di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.
Sasaran kegiatan adalah kendaraan bus pariwisata dan umum, serta pengemudi termasuk awak bus.
Selain kendaraan termasuk sopir dan awak bus, juga melakukan pemeriksaan surat kelaikan jalan, tes urine, hingga himbauan tertib berlalulintas.
"Pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan hal menonjol. Armada bus secara keseluruhan masih memenuhi kelayakan jalan. Tidak ditemukan penggunaan obat-obat terlarang oleh pengemudi dan awak bus. Kelengkapan surat-surat bus dan pengemudi secara keseluruhan lengkap," jelasnya.
Baca Juga: Disdikbud Jateng Melarang, Disdik Kabupaten dan Kota Perbolehkan Study Tour dengan Syarat Diperketat
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yunaldi bersama anggotanya menggelar pengecekan di Terminal Bayangan Sukun, Kecamatan Banyumanik.
“Kegiatan ini dilaksanakan karena banyak kejadian belakangan, bus pariwisata (kecelakaan), kemarin di Subang, meninggal 15 orang, dan viral bus umum ugal-ugalan. Maka kita turun tengok kondisi bus umum dan pariwisata," ungkapnya.
Yunaldi menuturkan kegiatan ini menyasar travel dan bus. Alasan menyasar terminal bayangan, karena biasanya di terminal seperti ini banyak yang tidak patuh.
"Karena bus umum itu kadang-kadang saat ganti sparepart (malah) tidak ganti. Harus cari asli, ban vulkanisir itu tidak kami sarankan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebentar lagi akan masuk masa liburan panjang. Sehingga bus pariwisata dan travel harus disiapkan sebaik mungkin.
Masyarakat juga bisa memilih angkutan yang benar-benar baik secara fisik maupun pengemudinya.
“Yang ngejar target, sopirnya ngebut, saya sarankan itu tidak dipilih masyarakat. Pilih yang tertib," jelasnya. (mha/ton)
Editor : Baskoro Septiadi