RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 690 atlet bersaing memperebutkan 60 kuota untuk menghuni Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah.
Seleksi yang menyasar bibit atlet muda kelahiran 2009 (SMP kelas 9) itu untuk mengisi kekosongan di 20 cabang olahraga (cabor).
Kepala Balai PPLOP Jawa Tengah Cicilia Eni Kurniati menyebutkan, seleksi dilakukan untuk menjaring bibit muda potensial sekaligus menggantikan atlet yang sudah lulus.
Sebenarnya, kata dia, secara keseluruhan terdapat 24 cabang olahraga. Namun empat diantaranya sudah terseleksi melalui hasil pemantauan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
“Angkat besi, gulat, sepak takraw putra dan putri langsung promosi berdasarkan hasil pemantauan Popda,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (13/5)
Pihaknya sengaja menjaring atlet dari kalangan pelajar SMP kelas 9 untuk mewujudkan rencana jangka panjang.
Dengan begitu, para atlet bisa memulai pembinaan sejak awal saat mereka mulai duduk di bangku SMA.
Target dalam seleksi ini ialah menjaring atlet muda bertalenta terbaik dari setiap daerah yang akan diproyeksikan menjadi atlet berprestasi hingga tingkat internasional.
“Yang berani daftar disini kan yang berprestasi karena memang di Jateng kansnya untuk mau berprestasi di olahraga maupun akademis itu cukup potensial,” tandasnya.
Dijelaskan Eni, sepak bola menjadi cabor dengan peminat tertinggi mencapai 199 pendaftar. Padahal nantinya hanya tiga atlet yang akan diambil.
Meski total pendaftar tahun ini lebih sedikit ketimbang tahun lalu yang mencapai 700 lebih pendaftar, penyebaran atlet di 35 kota/kabupaten cukup merata.
Bahkan beberapa juga banyak yang beradal dari luar provinsi di pulau Jawa seperti Palembang dan Bengkulu.
“Ya memang dari tahun ke tahun tidak menentu cukup fluktuatif kisaran 600-700 pendaftar,” jelas Eni.
Terpisah, Pelatih Utama PPLOP Panjat Tebing Susanti Arpiyah menyebutkan, dari tahun ke tahun proses seleksi selalu berlangsung kompetitif.
Pada cabor panjat tebing putri sendiri tahun ini ada sembilan atlet yang diseleksi. Mereka berasal dari Solo, Kendal, Purwokerto, Purworejo, Semarang, Blora, Jepara, Palembang, dan Bengkulu.
“Ada tiga kategori yaitu Lead, Speed, dan Boulder. Mereka nantinya akan diproyeksikan untuk Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) atau Kejurnas antar PPLP,” jelas Santi.
Salah satu atlet panjat tebing asal Jepara Zahira tampak optimistis menjalani seleksi. Ia menjadi salah satu peserta yang berhasil menuntaskan tantangan Lead Climbing.
Ia punya target dan ambisi untuk lolos dalam seleksi PPLOP khususnya cabor panjat tebing.
“Harapannya bisa berkembang karena ayah saya yang merupakan pelatih panjat tebing jadi sumber inspirasi dan sejak umur dua tahun saya dilatih agar berprestasi,” ujar perempuan kelas 9 SMP itu. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi