RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes)Jawa Tengah menyebut penyakit polio atau lumpuh layu tidak bisa disembuhkan.
Buntut penemuan kasus di Klaten, membuat Jawa Tengah mengadakan sub PIN Polio dengan sasaran sebanyak 3,9 juta anak di setiap kabupaten/kota.
Sub PIN Polio putaran pertama serentak dilaksanakan pada 15 Januari 2024 lalu.
Kendati demikian capaiannya belum sampai 100 persen.
Masih ada beberapa wilayah di Jateng yang progres pencapaiannya di bawah 95 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar saat mengisi workshop bertajuk Komunikasi Risiko dalam Merespons Kejadian Polio di Provinsi Jawa Tengah.
Belum tercapainya target itu, kata dia tidak terlepas dari penolakan vaksinasi polio yang masih kerap terjadi.
Menurutnya masih ada kabupaten/kota yang belum mencapai target 95 persen dalam melakukan vaksinasi polio.
Di antaranya Surakarta, Semarang, Pekalongan, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Temanggung.
Menurutnya terendah di Temanggung sebanyak 89 persen. Meski selisihnya sedikit, tetapi angka itu penting untuk dicapai.
"Faktor yang terjadi di sana dia pencapaiannya lebih dari 89 tapi input datanya belum selesai itu jadi gap," jelasnya.
Pihaknya pun mengimbau agar kasus polio tak lagi terjadi di Indonesia. Terutama Jawa Tengah.
Sebab, kelumpuhan karena polio ini tidak bisa diobati karena sudah menyerang syaraf.
“Tidak bisa normal, makanya kita sangat menyayangkan kalau orang tua itu tidak vaksinasi, padahal ini gratis. Kalau sampai tidak membawa anaknya ke tempat pos pos imunisasi, mengobati kemampuan sistem syaraf itu kan sulit ya,” akunya.
Meskipun begitu, Yunita mengaku harus tetap waspada. Alasannya, mobilitas di Jawa Tengah begitu tinggi. Hal itu bisa saja menimbulkan kasus polio baru.
“Karena mobilitas orang Jawa Tengah, bisa saja menimbulkan kasus polio. Yang menjadi PR kita selanjutnya bahwa anak-anak, ini kalau lahir sampai dengan umur tertentu harus lengkap imunisasinya, supaya tidak kena penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi,” imbuhnya.
Sementara Kepala Kantor Unicef Perwakilan Jawa dan Bali Arie Rukmantara menyebut kasus polio perlu diwaspadai karena dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
"Tidak perlu khawatir yang penting orang tua sadar betul terkait vaksinasi untuk menciptakan herd imunity," ungkapnya. (kap)
Editor : Agus AP