Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dicari 500 UMKM di Jateng! Dinkop UKM Bantu Layanan Gratis Sertifikasi Halal di Tahun 2024

Khafifah Arini Putri • Kamis, 25 Januari 2024 | 05:43 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Kepala Dinkop UKM Jateng Eddy S. Bramiyanto melihat produk UMKM.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana bersama Kepala Dinkop UKM Jateng Eddy S. Bramiyanto melihat produk UMKM.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Jawa Tengah memberikan sertifikasi halal gratis bagi 500 pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

Upaya ini dilakukan untuk mendukung ekonomi halal di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Eddy S. Bramiyanto mengatakan saat ini baru ada 4.700 UMKM di Jateng yang mengantongi sertifikat halal.

Padahal jumlah UMKM binaannya mencapai 187 ribu.

Karena itu pihaknya terus menggenjot para pelaku usaha agar segera mengurus sertifikasi halal untuk produknya.

Bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat- obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Dinkop UKM Jateng melaksanakan Bimtek Sertifikasi Jaminan Halal.

Kegiatan berlangsung mulai 23-25 Januari 2024.

Targetnya tahun 2024 ini ada 500 UMKM yang dibantu mendapatkan sertifikasi halal dengan pelayanan gratis.

"Saat ini sudah ada 4700 UMKM yang kami fasilitasi dan pada tahun (2024) ini teragenda 500 UMKM," jelas Eddy disela-sela Bimtek Sertifikasi Jaminan Halal di Hotel Kesambi Hijau, Rabu (24/1).

Ke depan kata dia, jumlah UMKM yang dibantu akan ditingkatkan. Harapannya ketika pelaku usaha mempunyai sertifikasi halal.

Maka kepercayaan masyarakat terhadap produk mereka meningkat. Tentu hal tersebut akan berpengaruh pada penjualan.

Para pelaku usaha sebelumnya telah mendaftar melalui online. Kemudian dikurasi. Jenisnya pun merata ada produk olahan, camilan, minuman, dan lainnya.

"Harapannya kita akan meningkatkan umkm yang akan kita sertifikasi jaminan halal. Sehingga dengan produk-produk yang tersertifikasi halal maka kepercayaan masyarakat kepada produk UMKM akan semakin baik," akunya.

Sementara Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana membuka pelaksanaan Bimtek yang diikuti oleh pelaku usaha se-Jateng ini. Menurutnya penduduk Jateng kini ada 37.296 orang.

Mayoritasnya muslim yakni sebanyak 35.608. Karena itu jaminan produk halal ini menjadi prioritas utama.

"Makanya rencana seluruh UMKM di Jateng sudah mempunyai sertifkasi halal. Kita harapkan setiap tahun akan ada pertambahan. Untuk tahun 2024 akan tambah sekitar 500 sertifikat yang akan diberikan kepada para pelaku umkm," ungkap Nana.

Lebih lanjut kata dia, jumlah ini rencananya akan terus ditambah.

Pendampingan juga terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu UMKM di Jateng.

Pelatihan tersebut juga akan dikembangkan ke kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan.

Selain itu Pemprov Jateng juga bekerjasama dengan Basznas Jateng untuk terus memberikan bantuan modal usaha bagi masyarakat yang membutuhkan.

Upaya ini tak lain dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan di Jateng.

"Di tahun berikutnya akan kami kembangkan 1000 hingga 1500 untuk menambah jumlah umkm yang mendapatkan sertifikasi," tandasnya. 

Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Daroji mengapresiasi porgram Bimtek dari Dinkop UMKM Jateng ini.

Menurutnya Indonesia menjadi salah satu pangsa pasar yang menarik bagi dunia. Hal ini tidak lepas dari mayoritas penduduknya yang mayoritas muslim.

Karena itu sertifikasi halal pada produk UMKM sangat penting.

Selain untuk meningkatkan kepercayaan pada masyarakat, juga menjamin produk benar-benar terbebas dari bahan-bahan yang membahayakan. (kap)

Editor : Agus AP
#UMKM #sertifikat halal #Dinkop UKM Jateng