RADARSEMARANG.ID, Semarang - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana resmi melantik Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie.
Pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (10/1).
Karena itu Muhamad Hasan Chabibie resmi menggantikan Bergas Catursasi Penanggungan yang baru tiga bulan menjabat sebagi Pj Bupati Kudus.
Pada kesempatan yang sama Nana Sudjana juga melantik Pj Bupati Tegal Agustyarsah. Menggantikan Umi Azizah yang masa tugasnya selesai pada Senin, (8/1) lalu.
Menariknya kedua penjabat kepala daerah tersebut berasal dari Kementerian. Sebelumnya Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie menjabat sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Sedangkan Pj Bupati Tegal Agustyarsyah merupakan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara (Kementerian ATR/BPN).
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan penunjukan kedua penjabat daerah tersebut bukan usulan dari Pemprov. Melainkan ditunjuk langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Begitu pula penggantian Bergas Catursasi yang baru tiga bulan menjabat sebagai Pj Bupati Kudus juga berdasarkan keputusan dari pusat.
“Setiap tiga bulan sekali ada evaluasi ini terkait mutasi (Pj Bupati) kewenangan pemerintah pusat. Semua Pj termasuk saya tiap tiga bulan ada evaluasi, ini kewenangan Kemendagri,” jelas Nana.
Lebih lanjut pihaknya menekankan kepada penjabat yang baru untuk segera beradaptasi dan mempelajari karakteristik wilayah masing-masing.
Selain itu melakukan langkah-langkah yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah pusat. Seperti mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Nana menyebut tahun 2023 tingkat kemiskinan di Kabupaten Kudus tercatat 7,24 persen. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem 0,63 persen.
Targetnya tahun 2024 mendatang tingkat kemiskinan esktrem harus nol persen. Karena itu dibutuhkan sinergi bersama dengan stakeholder juga masyarakat.
“Memang suatu hal yang berat target nol persen tahun 2024, ini merupakan tugas yang besar bagi kita. Tapi minimal ada dibawah 0,5 persen (tingkat kemiskinan esktrem). Saya minta ini terus diturunkan,” imbuhnya.
Berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting Kabupaten Kudus sebesar 19 persen.
Meski di bawah rata-rata Provinsi Jateng, Nana menyebut penurunan stunting tetap harus digenjot agar target 14 persen yang dipatok pemerintah pusat bisa terealisasi.
Nana juga meminta kedua Pj Bupati itu untuk mengawal kesuksesan pelaksanaan Pemilu di Jawa Tengah dengan bersinergi bersama forum komunikasi pimpinan daerah.
Mereka juga diminta menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tim sukses masing-masing partai.
Sementara Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie mengaku siap untuk menjalankan tugas barunya sebagai pemimpin rakyat. Hasan siap meningkatkan perbaikan kinerja di Pemkab Kudus.
“Kita pasti pertahankan apa-apa yang sudah baik dan kita lakukan inovasi-inovasi untuk yang lebih baik lagi. Terutama untuk kemajuan dan kesejahteraan Kudus,” ungkapnya. (kap)
Editor : Agus AP