RADARSEMARANG.ID, JATENG - Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai komitmen untuk memberdayakan para santri dan pesantren yang ada di Tanah Air.
Prabowo-Gibran dianggap sebagai pemimpin tepat pilihan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menyatakan, Prabowo-Gibran merupakan pemimpin yang mempunyai program nyata untuk para santri dan pesantren.
Baca Juga: Perkuat Peluang Menang Satu Putaran, Prabowo-Gibran Rajai di Jawa, Sumatera hingga Papua
Tak hanya itu, kedekatan Prabowo-Gibran dengan ulama besar NU diyakini sebagai nilai tambah di Pilpres 2024.
“Dukungan ulama besar dari Jawa Tengah itu mengalir kepada Prabowo-Gibran seperti ulama besar Habib Luthfi itu membuat Prabowo-Gibran makin mendapatkan dukungan dari warga NU,” kata Adib, dalam keterangannya.
Seperti diketahui, Prabowo-Gibran mempunyai program yang berpihak kepada kalangan santri dan pesantren.
Program yang bernama Dana Abadi Pesantren itu diyakini bisa mendorong para santri untuk berdikari dan membuat para santri berdaya dari sisi ekonomi.
Tak hanya meluncurkan program Dana Abadi Pesantren, untuk para santri, Prabowo-Gibran juga menghadirkan program makan siang dan susu gratis.
Hal itu ditujukan untuk menekan angka stunting ke angka 10 persen dan mempersiapkan masyarakat di Tanah Air untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain kepada santri dan pesantren, Prabowo-Gibran memiliki komitmen untuk membangun sekolah-sekolah unggulan serta terintegrasi di setiap kabupaten, dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu direnovasi.
Di sisi lain, Prabowo-Gibran berniat untuk memastikan kerukunan antar umat beragama, kebebasan beribadah hingga perawatan rumah ibadah.
Maka dari itu, Adib menegaskan, besarnya dukungan dari Habib Luthfi dan masyarakat Jawa Tengah (Jateng) kepada Prabowo-Gibran menjadi sinyal positif.
Menurutnya dukungan dari Habib Luthfi dan akar rumput di Jateng menguatkan kans Prabowo-Gibran untuk menang Pilpres 2024 satu putaran terbuka lebar.
“Ketika ulama besar seperti Habib Luthfi bilang anak muda harus tampil, ini luar biasa. Ini menandakan bahwa Pak Jokowi selama memimpin hubungan dengan tokoh-tokoh ulama terutama NU misalnya, kandang NU itu baik di Jawa Tengah, jadi ketika Jokowi ada di belakang 02, king makernya, saya melihat ulama itu seolah-olah beriringan gitu lho mendukung 02,” ujar Adib. (web/ikl/isk)
Editor : Tasropi