Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

148 Desa di Jateng Alami Kekeringan

Muhammad Hariyanto • Selasa, 8 Agustus 2023 | 17:06 WIB

Seorang warga RW 5 Kelurahan Jabungan, Kota Semarang yang kekurangan air usai mengambil air bersih bantuan dari BPBD Kota Semarang Selasa (1/8).
Seorang warga RW 5 Kelurahan Jabungan, Kota Semarang yang kekurangan air usai mengambil air bersih bantuan dari BPBD Kota Semarang Selasa (1/8).
  

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Lebih dari separo jumlah kabupaten/kota di Jateng terdampak kekeringan musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat ada 148 desa di 22 kabupaten/kota yang terdampak kekeringan. 

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggunangan mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan 3.477.000 liter air bersih.

Ada juga 1.116.000 liter pendistribusian bantuan dari CSR, bantuan masyarakat dan PMI. 

"Sampai data kami yang kemarin per 4 Agustus 2023 yang lalu, sudah 22 kabupaten yang melakukan distribusi air bersih. Dari 22 kabupaten ini 148 desa dari 69 kecamatan, totalnya 4.613.000 liter. Kita fungsikan kalau satu tangki itu 5 ribu liter," ungkapnya melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah Dikki Ruli Perkasa Senin (7/8). 

"Kalau total desa 148 desa terdampak, desa paling banyak di Grobogan (ada) 41 desa, lalu di Blora ada 24 desa, dan Sragen 13 desa," bebernya.

Pihaknya terus memantau tiga kabupaten yang paling banyak terdampak. Selain itu juga melakukan evaluasi. 

"Dari tiga tempat yang tertinggi ini, yang kecenderungan naik Grobogan. Jadi penanganan kekeringan ini harus multisektor," jelasnya. 

Dikki menambahkan, pada Mei 2023, telah memetakan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ada 34 daerah yang diperkirakan bisa menangani masalah kekeringan.

Sumber daya dan kapasitas di daerah tersebut diyakini mampu memberikan bantuan pada warga terdampak.

"Hanya saat itu yang patut kita waspadai itu Kabupaten rembang, karena anggaran regulernya terbatas, sumber mata air terbatas, dan juga CSR yang di sana terbatas dibanding dengan kabupaten atau kota yang lain," jelasnya. (mha/ton) 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#jateng #KEKERINGAN #BPBD #KEMARAU