Hal tersebut terungkap dalam Pekan Arsitek Jawa Tengah 2022 yang kembali digelar di Sam Poo Kong bisa dinikmati selama enam hari, mulai 29 agustus sampai 3 september 2022. Event ini diawali dengan rangkaian pembukaan oleh penampilan tari dari Omah Biyung yang menampilkan tarian warag ngendog dan atraksi barongsai Teratai Emas. Secara bergantian mereka menghibur pengunjung dengan tarian andalan masing-masing. Ditutup dengan atraksi ular naga, penari berputar-putar dengan sesekali menampilkan tarian akrobatik.
“Pekan Arsitek ini harapannya bisa berkontribusi memajukan pembangunan di Jawa Tengah. Ini eranya go green, desain-desain yang mereka buat ini sudah ke arah itu untuk menjaga kelestarian lingkungan di Jateng,” jelas Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno kepada Jawa Pos Radar Semarang usai membuka Pekan Arsitek Jateng 2022, Senin (29/8).
Sementara Ketua IAI Jateng Sugiarto mengatakan, desain ramah lingkungan sudah diinisiasi sejak lama. Pihaknya terus berbenah dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya desain rumah ramah lingkungan.
“Dalam kode etik arsitek sudah dijelaskan untuk menjaga lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat. Tidak hanya dibangun beton-beton tapi kami juga berfikir mengenai alam dan lingkungannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan dalam mendesain arsitek dituntut untuk menggunakan material yang ramah lingkungan, seperti pintu dari kayu, menghemat energi dengan memanfaatkan matahari sebagai cahaya alami serta pemasangan panel surya, pengelolaan air dengan recycle water, dan sebagainya.
“Priotitas kami selain desain yang ramah lingkungan adalah memberikan rasa nyaman dan aman ketika bangunan ini ditempati. Yang kami gencarkan saat ini adalah sosialisasi dan mengenalkan desain ramah lingkungan ini kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara Ketua Panitia Sukawi mengaku kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi para arsitek serta perguruan tinggi untuk mengenalkan produk mereka. Event ini juga diisi dengan pameran karya arsitek, lomba sketsa kolosal, poster, fotografi, seminar mengenai desain ramah lingkungan, dan sebagainya.
“Ada juga perguruan tinggi se-Jawa Tengah yang memiliki Prodi Arsitek. Mereka memperkenalkan karya mereka agar lebih dikenal masyarakat,” katanya.
Ada 30 stand yang mengisi kegiatan ini, mulai dari konsultasi desain, pameran karya arsitek, dan sebagainya. Harapannya dapat mewadahi karya arsitek muda untuk di perkenalkan pada khalayak umum. (kap/ida) Editor : Agus AP