Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo meluncurkan program tersebut bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Polda Jateng membantu akses pendidikan bagi 333 anak yatim piatu yang ditinggal meninggal orang tuanya selama pandemi.
“Ini program pertama kali dilaksanakan untuk bantu anak yatim piatu akibat Covid-19. Semoga ini jadi inspirasi dan contoh pada semuanya, agar anak-anak itu terjamin pendidikan dan masa depannya. Mari kita bantu agar mereka bisa menggapai mimpi dan cita-citanya,” ujar Juliati.
Penyerahan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bhayangkari, Gubernur Jateng dan Kapolda di Hotel Patrajasa Semarang, Senin (16/8). Anak-anak diminta datang ke hotel untuk menerima langsung bantuan. Sebagian datang dengan orang tua asuh, sebagian lain yang cukup dewasa datang sendiri. Dengan mengenakan seragam, anak-anak bergantian menerima bantuan.
Aku Sedulurmu memiliki beberapa program di dalamnya. Seperti ASN menjadi orang tua asuh, program bantuan melalui APBD dan bantuan dari Baznas.
“Hari ini sudah jalan di Baznas. Ada lima yatim piatu yang mendapat bantuan. Ini akan terus kita dorong agar dipraktikkan sebagai bentuk kongkret kepedulian,” ujar istri dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo itu.
Ganjar mengapresiapi tindakan yang diambil Polda Jateng itu. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan program pemerintah provinsi dalam penanggulangan dampak Covid-19. Dikatakan, program serupa akan terus digerakkan termasuk untuk masyarakat terdampak pandemi. Baik UMKM, PKL, industri dan seterusnya.
”Kebetulan kami memang mendata dampak akibat pandemi. Ada berapa banyak pelaku UKM terdampak, PKL, industri hingga data ada berapa anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” kata Ganjar. (taf/zal) Editor : Agus AP