Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Usulkan Kiai Prioritas Penerima Vaksin

Agus AP • Selasa, 5 Januari 2021 | 18:38 WIB
Ahmad Daroji
Ahmad Daroji
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengusulkan kiai dapat masuk dalam golongan prioritas penerima vaksin Covid-19. Sebab para kiai memiliki intensitas yang tinggi dalam bertemu dengan ribuan santri.

Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji mengaku memang meminta kiai masuk dalam prioritas vaksinasi. Menurutnya hal tersebut bernilai sangat tinggi. Sebab masyarakat akan yakin bahwa vaksin tersebut aman. Kiai yang notabene merupakan tokoh agama yang banyak dianut dapat menjadi contoh baik agar masyarakat mau melakukan vaksinasi.

"Kalau kiai sudah mengatakan iya maka masyarakat meyakini itu halal" ujarnya Senin (4/1/2021).

Daroji mengaku telah menyampaikan surat kepada presiden terkait usulan tersebut. Harapannya tentu saja hal tersebut dapat terealisasi. "Karena kalau kiai masuk prooritas sama saja menyelamatkan banyak orang. Mengingat satu kiai sama dengan seribu santri bahkan lebih," lanjutnya.

Mendengar usulan tersebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun menyambut baik. Menurutnya kesediaan dan kemauan tokoh masyarakat dan agama melakukan vaksinasi sangat berpengaruh besar untuk memberikan keyakinan ada masyarakat bahwa vaksin tersebut aman. "Kalau di Jateng ada 10 kiai yang mau ikut vaksinasi, menurut saya itu hebat banget. Saya senang banget jika kiai nomor satu. Itu mungkin terjadi hanya di Jateng," ujarnya.

Pihaknya pun membuka peluang tokoh agama seperti kiai, nyai dan romo dapat masuk golongan prioritas. Seperti halnya tenaga kesehatan sehingga dapat menerima vaksinasi untuk gelombang pertama. "Dan kalau nanti bisa saat vaksinasi serentak dan kiai masuk dalam prioritas, Jateng bisa jadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia," jelasnya.

Sekadar informasi berdasarkan data di RMI hingga November 2020 sudah ada 207 kiai dan nyai yang wafat dengan dugaan terpapar covid. Sementara, untuk virus covid ditemukan di sekitar 110 pondok pesantren. (akm/ton)

  Editor : Agus AP
#MUI #Vaksin #Berita Semarang